Kapal KM Gunung Mas 88 Kabur Usai Tabrak Kelong Nelayan

Seratusan nelayan ini mendatangi KM Gunung Mas 88. Sehari setelahnya, kapal menghilang dari lokasi.

Batamxinwen, Batam – Sebuah kapal berjenis mini tanker bernama KM Gunung Mas 88, menabrak tapak kelong warga pulau Pulau Nipah di Jembatan 3 Barelang, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, sebelum tanggal 7 Februari silam. Hingga akhirnya pada Senin (1/3/2021) kemarin, kapal itu masih berada disana.

BACA JUGA : Minitanker Tabrak Terumbu Karang dan Tapak Kelong, Nelayan Meradang

Namun, saat seratusan nelayan mendatangi kapal tersebut, sehari kemudian, kapal tersebut telah meninggalkan lokasi (Kabur) kejadian.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLH-K), Suardi ketika dikonfirmasi oleh Batamxinwen.com, Selasa (2/3/2021) sore.

“Iya benar, saya baru saja dapat laporan dari warga setempat bahwa kapal KM Gunung Mas 88 sudah kabur dari lokasi,” ujarnya.

Kata dia, tentu hal tersebut sangat disayangkan oleh pihaknya, pasalnya tidak ada upaya kooperatif yang dilakukan oleh pemilik kapal KM Gunung Mas 88 untuk menyelesaikan persoalan tersebut terhadap nelayan sekitar yang terkena dampaknya.

“Artinya dalam hal ini tidak ada upaya kooperatif yang dilakukan oleh pihak kapal dalam penyelesaian persoalan tersebut terhadap masyarakat setempat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pada hari Rabu (3/3/2021) esok, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh tokoh masyarakat pulau Nipah untuk membahas adanya upaya aksi damai yang akan dilaksanakan di depan Kantor KSOP Batam.

“Kami juga akan menanyakan kepada pihak KSOP Batam terkait masalah perizinan kapal ini. Karena hal ini tentu ada kaitannya dengan pihak KSOP Batam soal izin olah gerak kapal KM Gunung Mas 88 ini seperti apa,” bebernya.

Hal ini dianggap penting lantaran atas izin apa kapal KM Gunung Mas 88 tersebut bisa berpindah sesuka hati tanpa adanya izin olah gerak kapal dari KSOP Batam.

“Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, kenapa kapal tersebut bisa bergerak secara bebas sesuka hantinya pascainsiden penabrakan tapak kelong tersebut,” tanya Suardi.

Diketahui, atas insiden ini warga (Nelayan) yang berasal dari tiga pulau yakni Pulau Nipah, Pulau Panjang, dan pulau Akar meradang. Sebab kapal itu diduga telah menabrak tapak kelong dan juga terumbu karang di perairan tersebut.

Alasan nelayan ketiga pulau ini marah, karena tempat mereka mencari ikan di sekitar lokasi telah hilang akibat kelalaian yang dilakukan oleh kapal KM Gunung Mas 88 ini.

Salah satu nelayan pulau Nipah, Dorahim menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Kata dia, kapal KM Gunung Mas 88 secara tiba-tiba sudah bersandar atau telah kandas di area tersebut tanpa diketahui penyebabnya.

“Padahal itu tapak kelong warga untuk mencari ikan dinkis, karena ada kapal di situ, nelayan tidak bisa mencari ikan,” ujar kepada awak media, Senin (1/3/2021).

Dorahim mengaku, kapal KM Gunung Mas 88 ini telah kandas di perairan Pulau Nipah sejak tanggal 7 Februari 2021 lalu. Padahal, lokasi itu bukan dermaga resmi.

“Kapal ini sudah bersandar di sini sejak tanggal 7 Februari 2021 ini bang, makanya karena ada kapal ini kita (Nelayan) tidak bisa menangkap ikan dinkis, karena kapal sudah tabrak tapak kelong kita. Padahal setiap tahunnya kita selalu menangkap ikan dinkis di sini,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat dari pulau Panjang dan pulau Akar, Rahman, pihaknya meminta agar pemilik kapal dapat bertanggungjawab atas insiden tersebut.

“Pemilik kapal harus bertanggungjawab karena para nelayan menggantungkan hidupnya di sana,” tegasnya. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here