040405-N-8606T-008 Atlantic Ocean (Apr. 5, 2004) - The amphibious assault ship USS Saipan (LHA 2) prepares to launch a CH-46 Sea Knight and CH-53 Super Stallion from it's flight deck during Expeditionary Strike Group (ESG) integration training in preparation for the ship's upcoming scheduled deployment. U.S. Navy photo by Photographer's Mate 1st Class Courtney Torgrude. (RELEASED)

Batamxinwen, Jakarta – Terjadi ketegangan di Laut China Selatan, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA mengejar Kapal Perang Amerika Serikat yang menerobos masuk ke wilayah perairan China di lepas pantau Kepulauan Xisha.

Menurut kantor berita Global Times seperti dikutip VIVA Militer, peristiwa itu terjadi Selasa 28 April 2020. Kapal Perang AS diusir paksa karena masuk tanpa izin ke wilayah teritorial China.

Komando Teater Selatan PLA mengerahkan pasukan AL dan AU untuk mengejar kapal perusak rudal USS Barry ketika masuk ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha.

“Mengejar dan memantau jalurnya, mengidentifikasi kapal, memperingatkan dan mengusirnya,” kata Kolonel Senior Li Huamin.

Ini pertama kalinya PLA mengumumkan pelanggaran yang dilakukan Kapal Perang Amerika Sertikat.

PLA menilai tindakan provokatif AS secara serius melanggar hukum internasional dan norma-norma terkait, secara serius melanggar kedaulatan China dan kepentingan keamanan, dan secara sengaja meningkatkan risiko keamanan regional.

Tindakan Amerika ini bisa dengan mudah menyebabkan kecelakaan, dan bertentangan dengan konteks di mana komunitas internasional melakukan upaya terkonsentrasi untuk memerangi pandemi dan kehendak bersama negara-negara di Laut Cina Selatan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

“Kami mendesak pihak AS untuk fokus pada pencegahan dan pengendalian epidemi di tanah airnya, memberikan kontribusi lebih pada perang internasional melawan pandemi dan segera menghentikan tindakan militer terhadap keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Li.

Seperti diketahui, militer Amerika cukup banyak mengerahkan kapal perang ke perairan Laut China Selatan. Tak hanya itu, Amerika juga didukung kapal perang militer Australia.

Kapal Amerika yang dikerahkan antara lain USS Barry, USS Bunker Hill, USS America. Sedangkan Australia mengerahkan kapal HMAS Parramatta.

Amerika mengklaim pengerahan itu untuk menjaga perairan sengketa antara China dan Malaysia yang beberapa waktu lalu dimasuki kapal penelitian milik China.(*)

Sumber: Viva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here