Alat berat sedang mengeruk bauksit di Bintan, foto : Ias/BX

Batamxinwen, Tanjungpinang – Setelah melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang pengeluaran Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bauksit di Provinsi Kepulauan Riau.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Tety Syam menuturkan dua orang yang ditetapkan tersangka yakni Ad dan Ah. Mereka merupakan mantan pejabat di Provinsi Kepri.

“Penetapan tersangka berdasarkan penyidikan yang kami lakukan. Dua tersangka yakni Ad dan Aj,” ujar Tety Syam kepada sejumlah wartawan, Rabu (6/11/2019).

Dikatakan Tety, sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya juga sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti atas kasus yang ditangani tersebut.

“Kerugian negara dari hasil audit yang dilakukan BPKP senilai Rp 30 miliar. Kemungkinan angka tersebut bisa bertambah. Kami juga masih melakukan pengembangan,” terang Tety. (Plo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here