Polda Kepri menggelar konfrensi pers kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. Foto : Zeli/BX

Batamxinwen, Batam – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menggelar konfrensi pers terkait penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan monumen bahasa di Pulau Penyengat, Senin (18/11/2019) sore.

Dalam ekspose tersebut, tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dihadirkan. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Arifin Natsir, Muhammad Nasir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Yunus Direktur PT Sumber Tenaga Baru selaku pemenang tender.

“Kerugian negara dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepri yang timbul dari kasus ini sebesar Rp 2,2 miliar,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Kepri, AKBP Agus Nugroho didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sama Erlangga.

Dikatakan Agus, kerugian negara Rp2, 2 miliar tersebut berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri. Selain itu, sambung Agus, dalam perkara ini pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan monumen bahasa Pulau Penyengat, dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2013 dengan pagu anggaran senilai Rp12,5 miliar.

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Zel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here