Kasus Penggelapan Uang Nasabah 13 Milyar, Hakim Menilai Keterangan Saksi Kaku Alias Tidak Jelas

BATAMXINWEN.COM — Kasus Penggelapan uang nasabah Rp 13.364.697.432 atas penjualan Perumahan Darussalam Residence, Piayu, Batam. dengan terdakwa Hadi Suyitno direktur PT Mardhatillah dan Umar alias Tejo, komisaris perusahaan kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan dua saksi anak Sam Hwat Direktur Utama PT Sere Trinitas Pratama.

Majlis Hakim Ketua Edward Haris Sinaga, didampingi Hakim Anggota Endi Nurindra dan Egi Novita menilai keterangan saksi Hendra yang merupakan anak Direktur Utama PT Sere Trinitas Pratama kaku , tidak jelas alias ngawur.

“Keterangan saudara tidak jelas serta berbelit-belit dalam sidang serta tertutup, saya minta anda menceritakan yang sebenarya dan nanti juga ketahuan yang berbohong,” Kata Hakim ketua Edward Haris Sinaga diruang sidang utama PN Batam. Selasa(31/01/2017).

Saudara merupakan anak Sam Huat pemilik PT Sere Trinitas Pratama yang merupakan rekanan bisnis Mardhatilah kan, wakil direktur lagi kok bisa tidak tahu perjanjiannya, kasus ini sudah merugikan orang banyak saudara harus menceritakan sebenarnya.

Dalam persidangan saudara juga menceritakan permasalahan bisnis penjualan rokok yang tidak ada dalam pokok perkara dan saya sebenarnya tidak mau ikut campur tetapi mengapa saudara cerita rokok , siapa sebenarnya pemilik rokok itu?, silahkan saudara ceritakan jika nantikan memang ada hubungannya.

“saran saya jangan melebar kemana-mana,  cuma dalam persidangan tidak cocok diluar jangan dibawa kesini dan saksi harus menjelaskan dengan detail,” Kata Dia.

Kedua saksi memberikan keterangan saksi pemberatan terhadap kedua terdakwan dalam memberikan keterangan berbelit-belit bahkan sering mengatakan tidak tahu pasti atau lupa yang berkali-kali hakim menggigatkan bahkan terpana dan diakhir persidangan sebelum ditutup majlis Hakim meminta Jaksa Penuntut Umum Rumondang Manurung menghadirkan saksi Sam Huat direktur selasa pekan depan.

Seperti diketahui, Kedua terdakwa Hadi Suyitno direktur PT Mardhatillah dan Umar alias Tejo, komisaris perusahaan dipidanakan karena dugaan penipuan uang nasabah Rp13.3 milyar atas atas penjualan Perumahan Darussalam Residence, Piayu, Batam.

kasus ini awal mulanya Hadi Suyitno selaku kuasa Direktur PT Mardhatillah menyepakati dan menandatangani Akta Perjanjian dan Kesepakatan Bersama Nomor 47 tanggal 21 November 2016 dengan Sam Hwat selaku Direktur Utama PT Sere Trinitas Pratama tentang penunjukan sebagai agen marketing atau pemasaran atas 559 unit rumah Komplek Darussalam Residence berlokasi di Tg Piayu Kota Batam yang akan dibangun oleh PT Pranata Rezeki dengan sistem pembayaran cash bertahap.

dalam kesepakatan setiap hasil penjualan unit perumahan harus disetorkan ke PT Sere Trinitas Pratama oleh PT Mardhatillah paling lambat tanggal 25 setiap bulannya melalui rekening Bank atau cara lainnya, dan akan diberi fee sebesar 2% dari hasil penjualan.

Selanjutnya PT Mardhatillah Indo Persada bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pemasaran Perumahan Darussalam Residence yaitu Yayasan Darussalam Assunah Batam yang diketuai oleh Abdul Haq.

Dalam pelaksanaan kerjasama tersebut, rumah yang telah terjual sebanyak 559 unit oleh yayasan dengan sistem pembayaran bertahap dari konsumen berupa uang muka dan angsuran bulanan sehingga total uang pembayaran yang telah diterima Yayasan Darussalam Assunah Batam sampai dengan Bulan Agustus 2015 lebih kurang sebanyak Rp. 13.364.697.432.

Akan tetapi uang hasil penjualan rumah yang disetorkan ke PT Sere Trinitas Pratama hanya sejumlah Rp. 3.250.000.000,- melalui cek yang diserahkan kepada Direktur PT Sere Trinitas Pratama Sam Hwat serta uang sejumlah Rp. 279.500.000,- berupa uang muka 559 unit rumah yang diterima dari konsumen. Sedangkan sisanya tidakdisetorkan dan dipergunakan oleh terdakwa HadiSuyitno Sutarjo alias Hammad , dan sebahagian lagi dipergunakan oleh ABDUL HAQ.(red/tan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here