Auva bersama seorang kerabatnya saat sedang berada di Polsek Batamkota beberapa waktu lalu. Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – Kuasa Hukum Auva, Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Perumahan Elite Dutamas, Batamkota, Gandhi menyebutkan, tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam penyelesaian kasus dugaan penganiayaan terhadap kliennya di Polsek Batamkota.

Gandhi menjelaskan, antara kliennya dan Ve, majikan Auva, telah sama-sama sepakat dan saling memaafkan dalam menyelesaikan masalah mereka.

“Dalam menyelesaikan masalah ini, klien kami dan majikannya sama-sama mengedepankan pendekatan restorative justice,” kata Gandhi pada Batamxinwen.com, Senin (2/12) malam.

Menurut Gandhi, pendekatan restorative justice atau mekanisme tata acara dan peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku ini, dikedepankan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Yaitu pertimbangan bahwa kliennya mengakui pernah melakukan pencurian di rumah majikannya, kliennya dan Ve sama-sama telah mengakui kesalahannya masing-masing.

“Kemudian majikan klien kami juga memenuhi semua kewajibannya dan memberikan hak klien kami seperti membayarkan gaji, uang lembur dan THR, serta biaya ticket pesawat untuk klien kami pulang kampung dan seluruh biaya perobatannya. Intinya sudah tidak ada masalah lagi” ujarnya.

Ditegaskan Gandhi, kesepakatan damai Antara kliennya dan majikannya itu justru datang dari kliennya.

“Malah, pihak keluarga klien kami yang mendesak agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan cepat diselesaikan,” tutup Gandhi. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here