Keburu Diringkus Polisi, David Ngaku Belum Sempat Pakai Sabu yang Dibelinya

Kasatnarkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara memimpin jalannya press release ungkap kasus narkotika yang menjerat Anggota DPRD Batam.

Batamxinwen, Batam –  Oknum Anggota DPRD Batam, Azhari David Yolanda yang tersangkut masalah kepemilikan narkoba jenis sabu di hotel Pasifik usai menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Barelang .

Pengakuan  David Yolanda , dia belum sempat pakai sabu yang dibeli dan dimilikinya, tapi keburu diciduk polisi.

Kasatnarkoba Polresta Barelang Kompol Lulik Febyantara mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga terkait adanya transaksi narkoba di kawasan Hotel Pacifik, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.

Ia menjelaskan, Azhari merupakan pemilik sekaligus pembeli narkotika jenis sabu seberat 0.68 gram. Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pengembangan.

“Kami tangkap karena kepemilikan sabu,” kata Lulik saat ditemui di polresta Barelang Selasa 31 Januari 2022.

Lulik bilang, saat itu Azhari membeli sabu tersebut melalui kurir berinisial BET yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Azhari mentransfer uang sebesar Rp1,5 juta dan menyuruh teman wanitanya bernama Natasya untuk mengambil barang haram tersebut.

“Ini sekarang lagi kami cari karena dia beli sabu itu dari BET. Teman wanitanya ini hanya mengambil barang itu dan akan digunakan,” kata Lulik.

Lulik mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan, Azhari membeli barang haram itu karena penasaran ingin mencoba dan belum mengetahui rasanya sama sekali.

Namun, belum sempat mencoba pihak kepolisian keburu menangkap keduanya, saat ditangkap hasil tes urine keduanya pun negatif.

“Perannya Natasya hanya membeli atau perantara Azhari sebagai pemilik dan dia yang membeli karena Azhari yang mentransfer secara langsung ke BET senilai 1,5 juta,” kata Azhari.

Kini Satreskrim Narkoba akan melakukan pengembangan dan pendalaman untuk menemukan kurir berinisial BET itu.

“Kita lakukan pendalaman lagi semoga ada daftar tersangka tambahan,” kata dia.

Ia menjelaskan penangkapan ini bermula berasal dari laporan masyarakat terkait adanya transaksi Narkoba di kawasan Hotel Pacifik Nagoya, Batam Kepulauan Riau.

Kini keduanya terancam penjara paling singkat 5 tahun. (sal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini