BatamXinwen, Batam – Pihak Pertamina mengklaim tidak ada pengurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kendati demikian, kelangkaan premium masih terus berlangsung hingga, Rabu (26/9).

Pantauan di Wilayah Batuaji dan Sagulung hampir semua SPBU menutup pompa pengisian BBM jenis premium dengan alasan seragam. Yakni, stok kosong karena sedang dalam pengiriman. Beberapa SPBU sempat buka namun hanya bertahan dua sampai tiga jam diserbu masyarakat.

Arifman warga Tanjunguncang mengaku, dirinya sangat kesulitan apabila mencari BBM jenis premium di SPBU wilayah tempat tinggalnya, hal itu membuatnya terpaksa mengisi BBm jenis Pertalite atau Pertamax yang diketahui harganya lebih mahal.

“Setiap mau isi premium di SPbU wilayah Batuaji pasti sedang kosong, saya terpaksa mengisi BBM jenis lain, atau membeli secara eceran dipinggir jalan yang selalu ada stok,” akunya.

Sementara itu, petugas SPBU Tanjunguncang Acmad Arofi mengatakan, Meskipun cepat habis dan bahkan tidak ada sama sekali, pihak SPBU tetap mengklaim jika pasokan premium dari pertamina tidak ada pengurangan. Stok premium tetap didatangkan setiap hari sesuai dengan permintaan.

“Tak ada masalah sebenarnya. Cuman permintaan yang meningkat makanya cepat habis. Setiap hari kami dapat pasokan 16 sampai 20 ton (premium) perhari. Tadi pagi sempat ada karena sisa yang kemarin sore. Itu jatah kemarin, Hari ini lagi dalam perjalanan,” ujarnya.

Meningkatnya permintaan ini diakui Achmad karena, tutupnya SPBU di simpang Basecamp, Batuaji sehingga hampir seluruh pengendara di Tanjunguncang mengisi premium ke SPBU mereka.

“Belum lagi untuk suplay ke pulau-pulau sekitar yang isi pakai jerigen, Tetap kita layani karena mereka punya surat izin dari instansi terkait,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Humas Pertamina Sumbagut, Rudi Ariffianto, Ia mengaku tak ada pengurangan atau tersendat dengan pengiriman pasokan premium ke masing-masing SPBU.

“Pengiriman tetap seperti biasa sesuai kouta dan kekuatan tanki penampungan masing-masing SPBU,” kata Rudi.

Rudi menduga, kelangkaan terjadi karena tingkat konsumsi yang meningkat setiap harinya. Ini belum lagi dengan dugaan ulah oknum yang tak bertanggung jawab yang berniat menimbun BBM jenis premium demi meraup keuntungan pribadi.

“Kalau konsumsi normal saja sebenarnya tidak perlu terjadi kekurangan. Ini kita sedang pantau ketat SPBU ‘Nakal’, dengan harapan tidak ada lagi yang melayani pengisian menggunakan jerigen atau tanki modifikasi yang memang sudah ada larangannya dari Pertamina, Sesuai dengan Perpres nomor 191 tahun 2014,” tandasnya. (pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here