Amat Tantoso, terdakwa perkara penganiayaan saat memberikan keterangan dalam sidang di PN Batam. Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Pengadilan Negeri (PN) Batam menggelar sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Amat Tantoso, Senin (14/10/2019). Sidang beragendakan mendengarkan keterangan terdakwa dan sejumlah saksi.

Dalam persidangan itu Amat Tantoso menerangkan, dia nekat menyerang Kelvin Hong karena sudah tidak bisa menahan emosi setelah diserang duluan oleh saksi korban (Hong Koon Cheng) saat menanyakan uang perusahaannya yang di keruk hingga Rp 30 Milyar oleh Kelvin.

Hal itu terungkap setelah sebelumnya Ketua Majelis Hakim memberi kesempatan JPU untuk bertanya kepada terdakwa Amat Tantoso. Dimana terdakwa diminta menjelaskan bagaimana bisa mengenal dan bertemu dengan saksi korban Kelvin Hong.

“Pada tanggal 10 April, setelah saya desak, Mina mengaku uang kas perusahaan yang dipinjamkan ke Kelvin tidak hanya Rp 7 M saja tapi Rp 30 Miliar. Mendengar itu, saya hubungi Kelvin pakai handphone Mina. Dia (Kelvin) sebelumnya saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu,” ujar terdakwa.

Dalam percakapan telepon perdana itu terdakwa mengatakan mengundang Kelvin untuk datang ke kantornya, namun ditolak. Dan saksi korban memberi tahu kepada terdakwa Amat Tantoso jika ingin melakukan pertemuan dia hanya mau melakukannya di Wei-wei Restoran.

“Jadi saya waktu datang kesana mengajak Mina, istri, Ujang (karyawan) dan Anton (sekuriti). Tujuannya untuk menandatangani cek tanpa tanda tangan dari Kelvin,” ujarnya.

Amat Tantoso menerangkan, kedatangannya murni hanya untuk meminta tanda tangan cek. Dan pisau sangkur yang dia pakai untuk menusuk Kelvin adalah milik sekuritinya Anton yang dia pinjam saat sampai di Wei-wei untuk berjaga – jaga.

“Saya datang tidak bawa apa-apa, hanya dengan cek itu saja. Sampai di Wei-wei dan turun dari mobil, saya lihat security Anton ada bawa sangkur lalu saya pinjam untuk berjaga – jaga karena Mina mengaku Kelvin itu Mafia. Saya juga belum pernah ketemu orangnya(Kelvin). Saat itu (pinjam pisau) hanya untuk waspada dan untuk keamanan saja,” jelasnya.

Menurut terdakwa, setelah sampai di Wei-wei restoran, dia sempat diajak duduk dan makan oleh Kelvin. Saat itu terdakwa menanyakan perihal cek yang tidak bisa dicairkan yang dijawab dengan keras dan kasar oleh Kelvin.

Kemudian terdakwa menyinggung soal pengakuan Mina bahwa uang yang digelapkan tidak hanya Rp 7 Miliar tapi ada puluhan Miliar. Dia (Kelvin) kembali menjawab dengan kasar dan menantang terdakwa untuk membuktikannya.

Terdakwa mengatakan, dia menjawab akan membuktikannya dengan syarat paspor Kelvin ditahan sementara, karena khawatir Kelvin akan melarikan diri ke luar negeri.

Namun sayangnya hal itu ternyata membuat Kelvin tiba tiba saja meradang dan melempar terdakwa dengan mangkok saos kepiting.

“Dia bilang, ada hak apa kamu tahan paspor saya? waktu itu mulai panas. Saya dilempar dengan mangkok saos kepiting sampai badan saya juga basah. Waktu itu saya sudah kehilangan akal,”ujarnya.

“Setelah dia siram saya, saya tarik rambut dia dan saya mau tikam, tapi sepertinya istri dan ujang masih tahan tangan saya, sampai jatuh terpelanting ke bawah. Yang kedua tidak kena, yang ketiga kali saya tikam,” ujarnya.

Terdakwa mengaku melakukan itu karena sudah tidak bisa tahan emosi. Dan setelah kejadian penusukan itu terdakwa yang baru sadar akan kesalahannya langsung menyerahkan diri ke Polsek Batu Ampar. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here