Batamxinwen, Jakarta – Salah satu area Tembok Besar China kembali dibuka untuk pengunjung pada Selasa (24/3), dan menjadi tanda bahwa kehidupan di China perlahan-lahan kembali normal setelah epidemi virus corona COVID-19.

Area Badaling di Tembok Besar China, yang membentang dari Bei Liu Lou ke Nan Wu Lou Ban, akan kembali dibuka setiap hari mulai jam 09.00 sampai 16.00.

Berdiri sekitar 70 kilometer dari Beijing, area ini adalah bagian paling populer, sehingga para pengelola menetapkan batas 65 ribu pengunjung per hari pada Juni 2019.

Setelah kembali dibuka, pemerintah China mengatakan bahwa area Badaling hanya boleh diisi oleh 30 persen pengunjung untuk menghindari kepadatan.

Agar bisa masuk ke area Badaling, pengunjung harus memesan tiket terlebih dahulu, baik di situs resmi Badaling Great Wall atau melalui aplikasi WeChat China.

Kemudian setelah tiba di Tembok Besar China, suhu mereka akan diperiksa sebelum masuk area tersebut.

Pengunjung harus memiliki kode QR Kesehatan terdaftar – sistem melalui aplikasi AliPay atau WeChat yang terhubung ke kartu tanda pengenal mereka – yang menunjukkan warna hijau, atau sehat, sebagai persyaratan masuk.

Pengunjung juga harus mengenakan masker dan berdiri dengan jarak setidaknya satu meter satu sama lain setiap saat.

Staf medis dan personel militer aktif bisa masuk gratis – tetapi juga harus mengikuti serangkaian aturan yang sama.

Tiket masuk area Badaling dibanderol 5 yuan (sekitar Rp10 ribu) selama musim sepi turis yang berakhir 30 Maret 2020, dan 40 yuan (sekitar Rp93 ribu) selama musim ramai turis dari 1 April sampai 1 Oktober 2020.

Selebihnya, seluruh bagian lain dari Tembok Besar China tetap tertutup, seperti halnya jalur kereta gantung dan Museum Tembok Besar China di Badaling.

Biasanya, lebih dari 10 juta orang mengunjungi Tembok Besar China setiap tahunnya. Situs Warisan Dunia UNESCO ini ditutup untuk pengunjung pada tanggal 25 Januari 2020 ketika epidemi virus corona mulai meningkat.

Banyak situs bersejarah lain di China yang terpaksa ditutup, termasuk kompleks Kota Terlarang di Beijing dan Shanghai Disneyland.(*)

Sumber: CNNIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here