Kepala Dinkes: Daging Kucing Bukan Obat untuk Darah Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi. (Foto: net)

Batamxinwen, Batam – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa daging kucing sama sekali tidak memiliki khasiat apapun. Apalagi dianggap sebagai salah satu obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi.

Kata dia, daging kucing justru berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung parasit, bakteri, atau kuman.

Ia mengungkapkan, bagian dalam daging kucing mengandung parasit protozoa yang biasanya bisa ditularkan kepada manusia melalui kotoran dan dagingnya

Menurutnya, daging kucing justru berbahaya jika dikonsumsi karena mengandung parasit dan bakteri atau kuman.

“Konsumsi daging kucing akan menyebabkan infeksi yang biasanya menyerupai flu dengan gejala tubuh terasa sakit, pusing, demam, pembengkakan limpa, hingga kejang,” bebernya ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (18/2/2021).

Lanjut kata dia, penyakit tersebut sangat berbahaya, apalagi untuk balita, orang dengan gangguan imunitas, dan ibu hamil.

Tak hanya itu, daging kucing juga mengandung parasit Lyme yang bisa menimbulkan penyakit serius.

“Terdapat pula kuman juga clostridium Botulinum yang bisa menyebabkan tetanus jika daging kucing dikonsumsi manusia. Intinya tidak ada khasiat dari daging kucing,” tegasnya.

Hal tersebut tentu bersebrangan dengan keterangan pelaku pembunuh dan pemakan kucing, Bolen Sili Petrus (62) yang mengaku bahwa daging kucing bisa menurunkan tensi darah.

Didi mengatakan hal itu jelas-jelas adalah keliru.

“Kalau pengakuan pelaku pembunuh dan pemakan kucing itu karena untuk menurunkan tensi darah, jelas keliru,” tegasnya. (Shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here