Batamxinwen, Batam – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, sampai kini pihaknya terus berupaya memberikan pembinaan terhadap keluarga dua pelajar penganut aliran kepercayaan yang menolak memberikan hormat kepada bendera kebangsaan RI, merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Sampai saat ini kita masih melakukan pembinaan dan menunggu hasil keputusan dari pusat,” ujarnya saat dihubungi, Jum’at (29/11).

Dia menegaskan, bahwa saksi – saksi Yehuwa bukanlah agama melainkan aliran kepercayaan umat Kristen Protestan. Dan memang faham yang dianut khususnya mentaati peraturan di Indonesia sangat berbeda. Mereka sangat patuh terhadap peraturan yang berlaku dalam ajaran yang dipercayainya.

“Perlu digaris bawahi itu bukan agama, tapi aliran kepercayaan,” tegasnya.

Selain itu dia menambahkan, berdasarkan data sementara, setidaknya terdapat 20 keluarga yang mengikuti aliran itu. Dan terkait mencuatnya kasus ini, dia telah menugaskan kasi Agamanya untuk melakukan pembinaan.

“Mereka murni melakukan itu adalah bagian dari keimanan mereka. tidak ada dorongan luar, termasuk dari keluarga,” ucapnya lagi.

Ya, patut diketahui Menurut keyakinan yang mereka anut, tidak dianjurkan untuk menghormat apa pun, kecuali Tuhan mereka. Sementara, aturan hormat bendera yang menyanyikan lagu kebangsaan pada saat upacara, telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan tentang tata cara dalam upacara bendera.

“Ini merupaka atensi kita, apalagi Wakil Presiden Ma’aruf Amin sudah mengeluarkan komentarnya. Jalan terbaik akan kita tempuh untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here