BatamXinwen, Batam – Selain menimbulkan kerugian bagi puluhan rumah di perumahan Tiban Koperasi, banjir lumpur juga membuat sebuah sekolah bernama Kasih Kurnia turut menjadi korban.

Kepala Sekolah Kasih Kurnia, Yohanes Hery Prajoko mengatakan sekolah sengaja diliburkan selama tiga hari pasca-banjir lumpur yang menerjang sekolah tersebut. Akibatnya pagar dan dinding pembatas sekolah jebol.

“Sengaja sekolah kami liburkan. Karena pihak sekolah ingin membersihakan lumpur dari dampak dari banjir hingga ke lapangan upacara,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pelajarnya banyak yang mengalami trauma, karena waktu kejadian tengah berlangsung proses belajar mengajar.

“Banyak pelajar kita yang menjerit ketakutan, karena tembok belakang sekolah jebol dan air bah mengalir deras ke dalam perkarangan hingga ruang belajar,” ungkapnya, Sabtu (28/7).

Ia juga menjelaskan, jebolnya dinding sekolah tersebut sudah tiga kali terjadi. Namun kali ini kejadian yang terparah, disamping itu PT Glory Point selaku pihak pengembang akan bertanggung jawab atas hal tersebut.

“Untuk mengantisipasi terjadi kejadian serupa, dinding akan diperbarui dan akan dibuat drainase dan batu miring di belakang sekolah,” katanya.

Ia juga menyampaikan di lokasi kejadian juga terlihat dua eskavator milik perusahaan pengembang tengah menggali sisa tanah yang longsor. Satu unit mobil tangki air juga disediakan untuk membersihkan lumpur yang tergenang di taman bermain anak-anak Sekolah Kasih Karunia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang menguyur Kota Batam selama satu jam membuat beberapa kawasan di Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, terendam banjir.

Di lokasi ini, puluhan rumah di sana tenggelam. Banjir yang melanda kawasan Tiban Koperasi itu diduga berasal dari kolam yang ditimbun, yang berada di belakang Sekolah Kasih Karunia. Kolam tersebut merupakan salah satu tempat air resapan.

“Ini gara-gara kolam yang ditimbun di Tiban Koperasi, karena titik resapan air satu-satunya disana,” kata warga Tiban Koperasi yang terkena banjir, Suryanto, Rabu (25/7).

Suryanto menjelaskan sebelum kolam resapan air ditimbun, masyarakat Tiban Koperasi sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan Kecamatan. Namun tidak ada respon. “Saya sudah bilang sebelum kolam itu ditimbun, tapi pada ngeyel dan tidak mau memperjuangkan agar tidak ditimbun. Inilah hasil,” ujarnya.

Camat Sekupang Arman membenarkan banjir yang terjadi adalah dampak dari penimbunan kolam yang berada tepat di belakang sekolah Kasih Karunia Tiban Koperasi dan warga sekitar menjadi korban.

“Sekitar 40 rumah terkena banjir, dan sekarang kami mengusahakan untuk membuat tenda darurat untuk warga,” kata Arman.

Arman memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena warga langsung merespon cepat sebelum banjir melanda rumah.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja harta benda warga tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

Lanjut Arman, pihak kecamatan saat ini sudah melakukan evakuasi warga di tenda darurat, karena sebagaian rumah masih terendam air. Dapur umum untuk warga juga sudah didirikan untuk warga yang tidak bisa menyelamatkan harta bendanya.(pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here