Mak Samsiah (50) terlihat asyik mengaduk-aduk ratusan kerang kupang dalam sebuah panci di bawah sebuah pohon di tengah Pulau Klembak, RT 4/1, Kelurahan Sambao, Kecamatan Nongsa, Minggu sore (31/5). Foto: jkf

Batamxinwen, Batam – Mak Samsiah (50) terlihat asyik mengaduk-aduk ratusan kerang kupang dalam sebuah panci di bawah sebuah pohon di tengah Pulau Klembak, RT 4/1, Kelurahan Sambao, Kecamatan Nongsa, Minggu sore (31/5).

Cangkang kerang kupang yang direbus menggunakan kayu itu mulai merekah. Mak Samsiah kemudian meniriskannya dalam sebuah wadah plastik untuk memisahkan kerang kupang dari cangkangnya bersama tiga perempuan sebayanya, yang juga warga setempat.

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, kerang kupang lalu dicuci bersih dan siap dijual. Kupang adalah hewan laut sejenis kerang atau tiram. Bentuknya kecil, berukuran kira-kira tiga sampai lima milimeter, tubuhnya berwarna cokelat agak pucat. Kupang disebut juga kerang putih atau bernama ilmiah corbula faba ini biasanya dapat ditemukan di pinggir pantai atau lumpur berair asin.

Warga Pulau Klembak sedang memisahkan kerang kupang dari cangkangnya untuk dijual. Foto: jkf
Foto:jkf

“Biasanya kami jual ke Pasar Botania, ada juga yang datang langsung beli ke sini. Per kilonya kami jual Rp 30 ribu,” kata Mak Samsiah pada Batamxinwen. com.

Di tengah mewabahnya virus corona saat ini, dalam keterbarasan ekonomi, kerang kupang menjadi salah satu sumber penghasilan sampingan warga Kampung Klembak. Dalam satu hari, warga seperti Mak Samsiah bisa menghasilkan uang sekitar Rp 30 ribu dari hasil merebus dan memisahkan kerang kupang dari cangkangnya.

Mak Samsiah dan beberapa pengupas kerang kupang ini tidak turun langsung ke laut untuk mencari kupang. Mereka hanya menerima kupang dari para pencari kerang yang kebanyakan laki-laki, yang juga warga kampung.

“Nanti, kalau kupangnnya sudah terjual, hasilnya dibagi-bagi. Rp 15 ribu untuk pencari kerang dan Rp 15 ribu untuk para pengupasnya,” ujar Muhamad Hidayat, pencari kupang.

Kata Hidayat, sejak virus corona mewabah dan berdampak melambannya perputaran roda ekonomi, penghasilan dari mencari kupang sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Hampir setiap hari kalau air laut surut, saya selalu turun untuk cari kupang. Setiap hari bisa lah dapat 3-5 kilo kupang,” ujarnya.

Sebelum wabah corona merebak, sehari-harinya Hidayat bekerja serabutan. Ada saja yang bisa ia kerjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi, sejak wabah corona merebak, pekerjaan pun mulai sulit ia dapatkan. Mencari dan menjual kerang kupang menjadi salah satu sumber penghasilannya saat ini.

Ketua RT 4/1 Kampung Klembak, Juhari mengatakan, kampungnnya memang terkenal sebagai salah satu penghasil kerang kupang dan kerang jenis lainnya. Kerang jenis Gonggong juga banyak di Kampung Klembak.

Pulau Klembak yang posisinya berhadapan dengan Pulau Buntal di Nongsa ini juga memiliki tempat wisata pantai yang dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Hanya saja, selama wabah corona merebak, tenoat itu ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus.

“Mudah-mudahan situasi cepat normal sehingga tempat wisata ini bisa buka kembali,” kata Juhari.

Jika tempat wisata pantai Pulau Klembak yang terletak di ujung RS Bhayangkara Polda Kepri itu sudah buka kembali, rencananya, Juhari dan warga setempat akan menjadikan kupang sebagai kuliner khas pulau mereka.

“Kupang akan kami olah jadi makanan khas berupa sate berkuah kacang untuk dijual ke pengunjung Pantai Klembak,” ujarnya.

Juhari juga berharap ada pihak-pihak yang bida memberi masukan atau mengajari warganya untuk mengolah cangkang kerang kupang menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Saat ini, cangkang kerang kupang yang jumlahnya sangat banyak itu dibuang oleh warga. (jkf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini