Dodi, pelaku penusukan balita ini dalam kondisi kritis. Foto: BX/ ist

Batamxinwen, Batam – Selin, bayi berusia dua tahun itu tak mampu bertahan hidup. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di ruang General Intensive Care Unit (GICU) RS Budi Kemuliaan, Sabtu (5/10) siang.

Selin meninggal dunia dengan tiga luka tusuk di dada oleh pamannya sendiri. Dodi Pance (27). Dodi sendiri masih dirawat di ruang IGD RS Soedarsono, Nongsa. Ia menikam perutnya sendiri usai menikam Selin, Jumat (4/10).

Hingga kini Dodi juga belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya yang kritis. Apa motif Dodi melakukan penikaman terhadap keponakannya sendiri itu belum bisa diungkap.

Namun, menurut sejumlah kerabat, beberapa waktu belakangan ini Dodi memang terlihat seperti orang yang mengalami depresi.

“Saya sempat melihat gelagat Dodi sangat aneh, saya lihat dia senyum-senyum sendiri waktu main ke rumahnya beberapa hari lalu,” ujar Saut, salah satu kerabat ditemui Batamxinwen.com di RSBK menjelang pemandian jenazah Selin.

Lanjut Saut, berdasarkan cerita dari keluarganya yang lain, Dodi sering kali kedapatan sedang berhalusinasi dan berbicara sendiri. Dimana dia mengatakan keanehan itu juga disusul dengan gelagat istrinya Dodi yang sering melamun seolah menyimpan sesuatu.

Terpisah, Bella warga Teluk Bakau, Kampung Ubi, Kecamatan Nongsa, tempat kejadian penikaman mengatakan, bahwa dia pernah mendengar kalau Dodi dibawa pindah ke kampungnya itu karena sedang dalam masa pengobatan.

“Dia itu orang baru di sini, melapor saja belum. Kami pun baru tahu dia tinggal di rumah mamaknya Selin, kami kira dia cuma datang menginap sebentar saja” ujar Bella mengatakan pelaku dan istrinya jarang sekali terlihat dan kurang berinteraksi dengan warga, Jum’at (4/10).

Selain itu kata Bella, sesaat sebelum kejadian dia sempat melihat Dodi menggendong Sellin yang sedang dalam keadaan menangis sambil menenteng sebilah pisau dapur, yang belakangan diketahui bahwa pisau itu dipinjam Dodi dari salah seorang tetangga.

“Istrinya tau dan lihat kejadian penikaman itu, cuma dia diam saja kayak orang paok. Memang sudah tidak waras mungkin mereka,” kata Bella lagi.

Diungkap oleh Bella, setelah penikaman itu berlangsung dan Dodi berlari membawa Sellin ke arah kebun, barulah sang istri mendatanginya dan menanyakan apa yang harus dia lakukan.

“Dia mungkin tahu kalau aku ngelihat dia memperhatikan dari jauh, dan setelah sudah ditusuk anak itu dan si Dodi kabur kearah kebun, barulah dia bertanya kesana kemari apa yang harus dia lakukan kalau suaminya begitu,” jelas Bella.

Dikatakan Bella lagi, setelah polisi, warga dan keluarga menanyakan apa motif pelaku menusuk bocah tak berdosa itu, Dodi dengan santai mengatakan “Iya nyesal aku,”.

Selanjutnya karena pelaku tampak pucat dan darah mengalir terus dari badan Dodi, Polisi akhirnya langsung membawanya ke RS Soedarsono untuk mendapatkan perawatan.

“Si Selin udah duluan di bawa ke rumah sakit. Dodi ini masih ditanya-tanyai Polisi, cuma dia diam aja dan bilang menyesal,” cerita Bella. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here