Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping (kanan) pada pertemuan bilateral di KTT G20 di Osaka, Jepang. (Foto: REUTERS / Kevin Lamarque)

Batamxinwen, Jakarta – Perdagangan di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merosot pada penutupan perdagangan Senin (9/12). Investor tengah bersiap untuk melihat perkembangan isu politik dan ekonomi pada pekan ini, termasuk sengketa dagang AS-China.

Dilansir Reuters, Selasa (10/12), Dow Jones Industrial Average turun 83,53 poin atau 0,3 persen menjadi 27.931,53, indeks S&P 500 kehilangan 7,06 poin atau 0,22 persen menjadi 3.138,85, dan Nasdaq Composite turun 22,37 poin atau 0,26 persen menjadi 8.634,16.

AS mengenakan tarif baru untuk impor sejumlah produk China pada 15 Desember mendatang. Sementara itu, pemerintah China berharap dapat sesegera mungkin membuat kesepakatan dagang fase satu dengan AS.

“Kami melihat apakah yang kami miliki di saham AS ini dijamin dari perspektif fundamental, dan apakah kami masih bergerak ke arah yang benar,” kata kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Baird di Milwaukee.

Selain perkembangan dagang AS-China, investor pada pekan ini juga akan fokus untuk mengetahui hasil pertemuan The Fed, Pemilu di Inggris, dan kemungkinan kesepakatan dagang.

Beberapa sektor di S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor layanan kesehatan dan teknologi tercatat paling membebani indeks.

Pimpinan Merck & Co (MRK.N) mengatakan akan membeli pengembang obat kanker ArQule Inc (ARQL.O) sebesar USD 2,7 miliar. Hal ini mendorong saham ArQule untuk naik lebih tinggi. Sementara saham Merck sedikit mengalami penurunan.

Saham industri 3M Co (MMM.N) turun 0,7 persen setelah Citigroup memangkas rating saham perusahaan dari ‘beli’ menjadi ‘netral.’(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here