Ketua IKSB Bengkong Meninggal Positif Corona, Salat Tarawih dan Bagi Sembako sebelum Masuk RS

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi. (Foto: net)

Batamxinwen, Batam – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus pasien positif corona atas nama Darwin Darwis yang meninggal dunia di RS Elisabeth, Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (2/5), harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat akan ancaman COVID-19.

Didi menyatakan keprihatinan atas kasus ini karena masyarakat dinilainya mengabaikan imbau pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan dan physical distancing.

“Masih melaksakan salat tarawih, tidak peduli imbauan ulama dan umara,” ujarnya.

Menurutnya, saat sudah terinfeksi dan sebelum masuk ke RS, Darwin masih mengikuti salat tarawih dan bagi sembako di Masjid AF, yang tidak jauh dari rumahnya di daerah Bengkong Sadai.

“Masyarakat masih mengangap remeh ancaman COVID-19,” imbuh Didi.

Selain itu, dia juga mengakui, pihaknya belum bisa memastikan dari klaster mana Darwin tertular virus corona.

Gugus Tugas sedang menelusuri orang yang pernah melakukan kontak dengan Darwin, termasuk saat melakukan salat tarawih dan pembagian sembako tersebut. Diperkirakan jumlahnya akan mencapai ratusan orang.

“Tracing kontak sedang jalan, bisa bayangkan skalanya seperti apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Didi pernah menyatakan, semua kontak primer dengan pasien (Darwin Darwis) dilakukan swab.
“Sekarang ada 152 data, yang di-swab baru 130-an. Sisanya akan menyusul,” terang Didi, Minggu (3/5).

Dari ratusan orang yang close contact dengan almarhum, saat ini diminta untuk karantina mandiri, mengikuti anjuran Standar Operasional Presedur (SOP).
“Jika hasil keluar dan dinyatakan positif baru diisolasi di rumah sakit rujukan,” tambah Didi.

Darwin Darwis meninggal dunia setelah mengalami demam beberapa hari sebelumnya. Ketua Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kecamatan Bengkong ini sempat dirawat di RS Harapan Bunda sebelum dirujuk ke RS Elisabeth.

Ketua Gema Minang Batam Antoni Lendra, membenarkan kabar duka tersebut. Informasi diperoleh, pada tanggal 22 April Darwin sempat mengeluhkan demam tersebut, lalu pada 25 April sempat diperiksa ke Puskesmas. Kemudian pada tanggal 28 April masuk ke RS Harapan Bunda hingga tanggal 1 Mei.

“Tanggal 1 Mei dirujuk ke RS Elisabeth,” kata Antoni.

Darwin Darwis berprofesi sebagai pengacara. Ia juga pernah menjadi seorang wartawan mingguan di Batam. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here