Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha)

Batamxinwen, Jakarta – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan memerintahkan eksekusi mati terhadap seorang penduduk karena menyelundupkan barang dan melanggar aturan karantina virus corona (Covid-19).

Dilansir surat kabar NZ Herald yang mengutip Radio Free Asia, Selasa (8/12), warga Korut yang dieksekusi itu dilaporkan merupakan seorang lelaki berusia sekitar 50 tahun.

Lihat juga: Cara Kim Jong Un Cegah Corona: Putus Relasi Dagang ke China
Menurut laporan sumber, dia tertangkap saat menyelundupkan barang bersama seorang rekannya yang merupakan warga China.

Lelaki warga Korut itu lantas dieksekusi dengan cara ditembak mati pada 28 November lalu.

Proses eksekusi itu dilaporkan dilakukan secara terbuka dan disaksikan para penduduk. Diduga hal itu untuk menakuti penduduk lain supaya tidak nekat melanggar karantina Covid-19.

“Memang sering terjadi penyelundupan di perbatasan. Eksekusi terbuka itu dilakukan karena pelaku melanggar sesaat sebelum perintah karantina diberlakukan,” kata sumber itu.

Perbatasan antara China dan Korut terbentang sepanjang 1416.22 kilometer.

Korut memperketat perbatasan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Akan tetapi, para penduduk Korut di perbatasan kerap menyelundupkan barang-barang dari China.

Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un, memerintahkan pasukan penjaga perbatasan untuk melakukan tembak di tempat bagi siapa saja yang mendekati wilayah perbatasan dengan China tanpa kecuali.

Sumber: CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here