Muhammad Rido Abdullah bocah berumur 2 tahun, asal Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, meringik kesakitan karena penyakit tumor ganas yang dideritanya. Foto/ BX/KOMPAS.com/Idham Khalid)

BatamXinwen, Lombok Timur – Muhammad Rido Abdullah bocah berumur 2 tahun, asal Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, meringik kesakitan karena penyakit tumor ganas yang dideritanya.

Rido yang mengidap penyakit tumor ganas pada rahangnya saat ini masih berbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur, dengan terus mengeluarkan darah pada hidungnya.

Tidak hanya mengalami pembengkakan pada rahangnya, namun, tumor ganas tersebut terus menjalar ke bagian mata Rido. Terlihat mata sebelah kiri Rido bengkak, dan mengeluarkan cairan.

Penyakit yang diderita Rido diketahui oleh keluarganya saat terlihat benjolan di bagian dagu Rido sekitar satu bulan yang lalu. Pada saat itu, Rido sempat diperiksa ke Puskesmas setempat yang berada di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

“Sekitar sebulan yang lalu, ada kelihatan benjolan di dagunya, terus kami periksa ke puskesmas di sana,” kata Repil, ibu Rido, saat ditemui di ruang perawatan anak RSUD Lombok Timur, Selasa (23/4/2019)

Ibu Rido menyebutkan, menjelang Pemilu 17 April kemarin, Rido sempat di rujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat oleh RSUD Lombok Timur.

“Kemarin pas mau Pemilu sempat dirujuk ke rumah sakit di Mataram (RSUP NTB) selama empat hari disana,” kata Repil, sambil mengusap cairan darah di bagian hidung Rido.

Namun, saat di RSUP, ia membawa pulang anaknya kembali ke kampung di Desa Sembalun, tanpa seizin dari pihak rumah sakit. Hal itu ia lakukan lantaran takut Rido akan dirujukan kembali ke Rumah Sakit Sanglah, Bali, sementara ia belum mempunyai BPJS. Ia khawatir mengenai biaya yang besar jika harus dirujuk ke rumah sakit di Bali.

“Kami balik ke Sembalun lagi, tanpa izin, takut nanti di bawa ke Rumah Sakit Bali, sedangkan kami tidak punya biaya, BPJS kami belum punya,” ujar Repil. Terlebih, keluarga Rido merupakan korban gempa yang mengguncang Lombok pada Juli 2018 lalu, sehingga kondisi ekonomi amat terpuruk.

“Ya kami juga korban gempa, rumah kami hancur, jadi tidak ada biaya lah,” sebut Ibu Kurniawan, tante dari Rido, yang menemani perawatan ponakannya itu. Kurniawan menambahkan, semulanya, Rido merupakan anak yang normal dan gagah.

Keluarga saat ini sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak, untuk membantu pengobatan dan perawatan Rido. “Saya berharap ada orang yang mau bantu kami,” ungkap Kurniawan.(*)

Sumber : kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here