Penimbunan badan sungai. Foto: ist

Batamxinwen, Tanjungpinang – Rombongan Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang turun ke Jalan Kota Piring, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada Rabu (18/11/2020) setelah mendapat laporan dari warga terkait penimbunan badan sungai oleh pengusaha.

Saat rombongan komisi III turun ke lapangan, tampak sudah ada beton batu miring di badan sungai yang panjang betonnya sudah mencapai sekitar 75 meter.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar, menyebutkan aktivitas penimbunan badan sungai itu bertentangan dengan rencana tata ruang termasuk badan sungai. “Ini bisa menyebabkan banjir dan ini menyalahi tata ruang wilayah,” kata Ashadi.

Dalam Sidak ke Kota Piring itu, tampak juga hadir Ketua Komisi III, Agus Djurianto, dan sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang.

Ashadi meminta kepada pemerintah kota untuk tegas menindak pengusaha yang melakukan pembangunan tanpa mengikuti aturan dan bertentangan dengan Perda RTRW. Ia berharap agar Satpol-PP segera membongkar batu miring yang sudah dibangun itu karena berpotensi menjadi penyebab banjir.

“Makin cepat dibongkar tentu akan lebih baik karena ini sudah terjadi penyempitan alur sungai. Dan jika tidak cepat diantisipasi tentu kondisinya akan semakin membahayakan daerah,” katanya.

Hadir juga saat itu Camat Tanjungpinang Timur, Fery Ananda. Camat meminta agar pemilik lahan melakukan untuk mengetahui batas air dan batas area perumahan agar pembangunan yang dilakukan tidak bertentangan dengan undang-undang.

Meski rombongan Komisi III DPRD Kota sudah mengarahkan untuk membongkar, namun pemilik lahan masih keberatan dengan alasan sudah terlanjur membangun dan akan membuat daerah itu untuk lokasi permainan anak-anak dan kolam pemancingan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here