PT Unisem di Kawasan Industri Batamindo berhenti beroperasi. 1.505 karyawannya kehilangan pekerjaan. Foto: BX/Rega

Batamxinwen, Batam – Konsultan kawasan Batamindo tidak yakin penyebab tutupnya, PT Unisem disebabkan kerugian terus menerus. Hal ini disampaikan Konsultan Kawasan, disela-sela aksi mogok ribuan karyawan PT Unisem.

“Jika memang ada kerugian terus-menerus yang dialami perusahaan selama dua tahun belakangan, tentu harus dibuktikan dengan proses audit,” jelas Binahar Siagian, Konsultan Kawasan Batamindo, Senin (15/7) siang.

Proses auditpun ia katakan harus dilakukan oleh akuntan publik yang independen atau tidak dipilih oleh pihak pengusaha maupun serikat pekerja. Selanjutnya, jika memang benar terbukti merugi serikat pekerja harus mengerti terhadap aturan yang berlaku dan pihak perusahaan harus membuka Pintu Negoisasi.

“Saya harap Dinas Tenaga Kerja dapat memediasi persoalan ini sesuai undang undang No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan,” ujarnya

Sebelumnya diberitakan, PT Unisem yang terletak di Kawasan Industri Batamindo dipastikan akan tutup. Hal ini dibenarkan Manager Admin and General Affair PTBatamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng.

Dari surat yang beredar tertanggal 28 Juni 2019, dan ditujukan kepada seluruh karyawan PT Unisem, Presiden Direktur PT Unisem, Mike McKerreghan mengatakan, alasan penutupan karena kondisi bisnis yang mengalami kerugian terus menerus.

Akhirnya, dewan direksi PT Unisem dan Unisem BHD memutuskan untuk menghentikan operational perusahaan.

“Walaupun belakangan ini investasi cukup banyak dilakukan, tapi keputusan sulit ini harus diambil sehubungan prospek bisnis sejak Q3 2018 terus memburuk dan pendapatan terus menerus turun,” kata Mike dalam pemberitahuan tertulisnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here