Batamxinwen, Jakarta – Anda yang suka mengonsumsi daging merah dan daging berproses, sebaiknya mulai sekarang kurangi kebiasaan ini. Pasalnya, kedua jenis makanan ini berisiko meningkatkan gangguan jantung dan pembuluh darah. Studi terkini yang dipublikasikan juga menemukan bahwa jenis makanan tersebut bisa menaikkan risiko kematian dini.

“Mengonsumsi daging merah dan daging berproses dua sajian atau lebih dalam seminggu berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian,” kata ketua peneliti Norrina Allen, Director Institute for Public Health and Medicine di Northwestern University, Chicago, dikutip Webmd.

Temuan ini bertolak belakang dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa tim peneliti tidak bisa memastikan apakah makan daging merah atau daging berproses menyebabkan kanker, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung. Namun, banyak studi lain yang membantah temuan tersebut dan memastikan ada hubungan antara jenis makanan itu dan risiko kesehatan yang mungkin muncul.

Bahkan, American Heart Association dan American Cancer Society merekomendasikan untuk menghindari sosis dan olahan daging lainnya dalam menu keseharian. Tahun 2015, WHO menemukan bukti bahwa daging berproses menyebabkan kanker dan kemungkinan daging merah juga.

Penelitian di bawah Norrina Allen ini melibatkan hampir 30.000 orang dewasa. Seorang peneliti mengikuti responden dalam beberapa lama dan mengumpulkan data kesehatan mereka. Diketahui, partisipan diikuti terus progresnya dari hari ke hari selama 30 tahun. Ditemukan fakta bahwa mereka yang makan hanya dua sajian daging berproses dalam seminggu mempunyai 7% risiko penyakit jantung lebih tinggi beserta stroke.

Daging olahan di antaranya delimeat (daging yang diiris tipis-tipis, diolah, dan dikalengkan atau dikemas vakum), hotdog, sosis, dan daging bacon. Sementara partisipan yang makan dua atau lebih sajian daging merah, seperti daging babi atau daging sapi, memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke sebanyak 3%.

Daging unggas juga memiliki benang merah dengan risiko penyakit tersebut. Namun, Allen mengatakan bahwa hasil temuan tidak konsisten dan butuh penelitian lebih lanjut. Dia juga menyampaikan, tidak ada hubungan antara daging ikan dan risiko penyakit jantung serta stroke. Semakin banyak daging merah dan daging berproses yang disantap, semakin tinggi risiko penyakit jantung yang muncul, stroke, hingga kematian dini.

Allen menekankan, tingginya lemak jenuh dan sodium dalam jenis makanan tersebut memicu penyakit yang ada.(*)

Sumber: Sindonews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here