Kontraktor Proyek Pulau Putri Diduga Mangkir Bayar Penyewaan Alat

BATAMXINWEN.COM, BATAM – Geram dan emosi, sangat dirasakan oleh Among. Pria yang sehari-hari berbisnis penyewaan alat berat untuk pengerjaan proyek ini, tak habis pikir dengan sikap kontraktor yang telah menyewa alatnya untuk pengerjaan reklamasi Pulau Puteri Batam ini.

Mengingat, perjanjian pembayaran sewa alat berat yang pengerjaan pondasi dan pemecah ombak bibir pantai Pulau Puteri Nongsa oleh PT Fatimah Indah Utama, dengan nilai proyek mencapai Rp85 Miliar dan bersumber dari APBN 2017 ini belum juga dibayarkan.

Bahkan cek senilai Rp139 juta yang diberikan oleh perwakilan perusahaan tersebut melalui seorang karyawannya bernama Sulaiman belum juga cair.

“Mereka memberikan ke saya cek senilai itu, tapi saat saya ke bank ternyata ditolak karena tidak ada dananya,” jelasnya.

Mereka pun berjanji, tambahnya, akan segera melakukan transfer dana, namun jumlahnya tidak sesuai dengan perjanjian. Mengingat pengerjaan proyek tersebut sudah berakhir.

“Saat kita desak dan hubungi terus menerus, mereka bilang akan mentransfer sebanyak Rp100 juta terlebih dahulu. Langsung saya tolak, karena tidak sesuai perjanjian. Saya hanya minta kepada managemen mereka untuk membayar sesuai kesepakatan tidak kurang ataupun lebih,” jelasnya.

Among pun menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum jika tidak ada niat baik dari managemen PT Fatimah Indah Utama untuk melunasi sisa pembayaran sewa alat dalam proyek tersebut.

“Kita masih ada hati untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi jika tidak juga dilunasi terpaksa akan kita tempuh jalur hukum,” terangnya.

Sementara itu, saat dihubungi awak media, Sulaiman, perwakilan perusahaan mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh dan rinci terkait hal tersebut. Ia beralasan tengah mengikuti rapat.

“Maaf mas, sebentar ya nanti saya hubungi kembali. saya sedang rapat nih, sebentar ya,” terang Sulaiman.

Sebelumnya, Pulau Putri di Nongsa, Batam, akan disiapkan menjadi salah satu andalan pariwisata di Kota Batam. Tidak hanya untuk wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Rudi, Jumat (3/11/2017).

Bahkan, orang nomor satu di Pemerintah Kota Batam itu mengaku sudah punya konsep, akan dijadikan seperti apa pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan negara jiran tersebut.

Ada jalan aspal yang melingkari pulau itu lengkap dengan fasilitas pendukung wisata lainnya.

“Pulau Putri itu kalau sudah jadi pembangunannya, bisa untuk tujuan wisata internasional. Nanti di situ akan kita bikin cantik,” kata Rudi di Gedung Pemko Batam.

Saat ini di lokasi Pulau Putri sudah dipasang seperti pembatas–pemecah ombak yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Proyek itu sudah dimulai sejak tahun lalu.

Tahun ini akan dilanjutkan dengan penimbunan di area dalam, agar fisik Pulau Putri terlihat lebih nyata dan tidak terpengaruh lagi dengan kondisi pasang surut air laut.

“Pulau yang hampir hilang itu akan kita sempurnakan dia biar tak hilang,” ujar dia.

BWS sudah meminta izin kepada Pemko Batam untuk melanjutkan proyek pengerjaan Pulau Putri berupa penimbunan di area dalam, belum lama ini. Selain itu, mereka juga meminta Pemko Batam untuk meneruskan pembangunannya.

“Sebelum kita bangun, kita mau tahu dulu sampai dimana pengerjaan yang mereka lakukan,” kata Rudi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here