BatamXinwen, Batam – Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Batam, Jumat(13/4) siang.

Dalam kunjungan tersebut, ia mendapati berbgai keluhan yang disampaikan kepadanya terkait lemahnya perekonomian di Batam dari sektor Industri.

BX/Panca, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto

Airlangga juga mengatakan, Batam dahulu dikenal sebagai tempat memproduksi produk elektronik unggulan untuk ekspor, namun belakangan mengalami penurunan yang signifikan akibat dampak ekonomi global dan hal lainya.

“Dulu produk elektronik impor sebagian besar berasal dan dirakit di Batam, kini sebagian sudah tidak beroperasi dan hengkang ke negara lain seperti Vietnam dan Filipina,” Kata Airlangga.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan semangki memperhatikan dan berusaha mengembalikan iklim investasi yang positif ke wilayah Kepri dan Batam khususnya, sebagai perangsang roda perekonomian yang semakin baik kedepan.

“Kedepanya kita akan kembangkan seperti industri produk elektronik high value (bernilai lebih) untuk diekspor ke pasar global, dari satu sisi nilai ekspor kita naik di sisi lain ekonomi dapat didongkrak melalui terbukanya lapangan kerja baru,” ucapnya.

BX/Panca, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto

Airlangga juga mengatakan, Industri otomotif juga akan dikembangkan di Batam kedapanya dengan cara menarik investor baru sebanyak mungkin.

Masalah upah buruh, sumber daya manusia dan tenaga profesional juga akan segera dievaluasi, karna masalah tersebut menjadi persoalan utama di Batam, supaya tidak terus menerus mengganggu iklim investasi kedepanya.

“Elektronik regional suport yang dulu banyak di Batam kini mulai berkurang, seperti contoh produk elektonik yang komponen berasal dari Batam namun di rakit di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, itu juga meningkatkan nilai ekspor,” katanya.

Untuk itu, Mentri Perindustrian berpesan kepada Produsen produk elektronik terkemuka untuk segera kembali membuka perusahannya dan kembali melakukan aktifitas produksinya di wilayah kepri.

“Karena hasil rapat juga membahas tentang pengembangan kawasan ekonomi khusus lengkap dengan kebijakan insentif perpajakan, kemudahan perizinan, kesediaan tenaga profesional dan akses pasar serta dukungan infrastruktur berkualitas untuk meningkatkan penguatan industri kedepanya,” tutupnya. (pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here