BatamXinwen, Natuna – Jalan penghubung sepanjang 2 kilometer di tiga desa Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau atau Perbatasan NKRI Ujung Utara Indonesia kondisinya masih memprihatinkan, Senin (1/7).

Jalan yang menjadi akses satu – satunya di desa Air Payang, Kadur dan Tanjungpala untuk menuju ke Kecamatan Pulau Laut sudah 11 tahun dalam kondisi belum beraspal.

Bahkan saat musim hujan, ruas jalan ini becek dan berdebu saat musim kering.

Camat Pulau Laut, Sudirman mengatakan jalan milik Provinsi Kepulauan Riau yang dibuka tahun 2007 lalu sepanjang 2 kilometer ini, hingga saat ini belum diaspalnisasi.

Sehingga akses menuju pusat pemerintahan di kecamatan pulau laut menjadi terganggu.

“Masyarakat di Pulau Laut mengeluh, dengan kondisi jalan yang berlubang, becek ketika hujan dan berdebu ketika panas, bahkan ada masyarakat terjatuh melewati jalan ini menuju ke kantor camat”, kata sudirman.

Dia menambahkan, Kecamatan Pulau Laut merupakan bagian dari Pulau Perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau, pulau yang sangat jauh dan Pulau ini diujung utara NKRI.

“Pak Gubernur tolonglah bantu bangun jalan kami diperbatasan ini, sudah 11 tahun jalan ini tidak pernah disemenisasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri,” kata sudir lagi.

Sedangkan Pejabat sementara (PJS) kepala desa Air Payang Edi Sentano, meminta kepada pemerintah provinsi kepulauan riau untuk diprioritaskan jalan sepanjang 2 kilometer tersebut.


Supaya akses bagi masyarakat desa air payang, kadur dan tanjungpala menggunakan jalan ini bisa mudah ke pusat pemerintahan Kecamatan Pulau Laut.

“Saya sampaikan ke Pak Gubernur Kepri, supaya perhatikan juga kami masyarakat desa pulau perbatasan NKRI ini, sudah 11 tahun pak kami merasakan jalan bertanah”, kata Edi.

Sementara itu, Oni yusaino masyarakat pulau laut berharap pemerintah provinsi kepulauan riau segera membantu untuk menseminisasi jalan sepanjang dua kilometer yang masih bertanah menjadi bagus dan bisa dilaluinya dengan aman.

“Inikan jalan umum bang, saya berharap pemerintah provinsi kepri bisa membantulah karena saya sebagai masyarakat pekerja pengeret batu ( pengangkut batu) melalui jalan ini sangat terganggu sekali, karena jalan ini kurang mengizinkan, kita merasa bergoyang, badan merasa sakit karena jalan berlobang,” katanya.(And).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here