Anak-anak RT 2 RW 4 Dusun 2 (Sebayur), Desa Maruk Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Propinsi Kepualuan Riau, yang belum tersentuh pendidikan. Foto: BX/tya

Batamxinwen, Lingga – Di negeri Gemah ripah loh jinawi yang batu dan tongkat bisa jadi tanaman ini, semestinya semua anak di Nusantara ini mengenyam pendidikan. Semua masyarakat juga memiliki tempat ibadah sesuai agama dan kepercayaanya.

Namun, di negeri yang dijuluki Tanah Surga ini, tepatnya di RT 2 RW 4 Dusun 2 (Sebayur), Desa Maruk Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Propinsi Kepualuan Riau, ada sekitar 20 anak berusia 6-15 tahun terpaksa tidak pernah merasakan yang namanya bangku sekolah (pendidikan) hal ini karena keaadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu.

Bahkan bukan hanya anak-anak dusun, para orang tua mereka pun tidak pernah mengenyan bangku sekolah karena tidak tersedianya sekolah di pulau yang dihuni sekitar 67 jiwa itu.

Sekolah terdekat dari Dusun Sebayur harus ditempuh dengan perjalanan laut selama satu jam. Kalau kondisi laut sedang tidak bersahabat seperti di saat musim utara, tidak ada warga yang berani mengarungi gelombang.

Penduduk Dusun Sebayur mayoritas memeluk agama Islam. Sayangnya, tidak ada satu pun mushola di dusun itu.

Menurut Heran atau akrab disapa Jayak (45), warga Dusun Sebayur, selama tinggal di dusun itu sejak 12 tahun lalu, satu-satunya bantuan pemerintah yang diterima warga dusun adalah bantuan berupa fasilitas Mandi Cuci dan Kakus (MCK) itupun di tahun dua ribu dua belas lalu.

“Setelah itu tak pernah ada lagi bantuan,” ujar Jayak pada Batamxinwen.com, Minggu (17/2) lalu.

Namun, dalam keterbatasan warga Dusun Sebayur yang selama ini hidup tanpa listrik itu, kata Jayak, kini, lembaran-lembaran ilmu untuk anak-anak dusun mulai tersedia.

Lembaran-lembaran yang bisa menghantar mereka melihat dunia luar. Yang dapat mengajarkan mereka mengenal aksara dan berhitung.

“Allhamdulillah anak-anak kami akan mendapat bantuan dari Pak Kapolres Lingga berupa buku-buku bagi anak-anak kami,” ujar Jayak.

Kabag Ops Polres Lingga, Kompol Rusdwiantoro sedang berbincang dengan Jayak (45), warga RT 2 RW 4 Dusun 2 (Sebayur), Desa Maruk Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Propinsi Kepualuan Riau. Foto: BX/tya

Selain mendapat bantuan berupa buku-buku, Jayak mewakili warga dusun juga sangat berterima kasih atas rencana pembangunan mushola di dusun mereka.

“Karena kami juga akan dibangunkan mushola oleh bapak Polisi,” kata Jayak.

Kapolres Lingga AKPB Joko Adi Nugroho S.iK. M.T yang dikonfirmasi terkait bantuan buku di Dusun Sebayur membenarkannya.

”Iya, kemarin Kabag Ops melaporkan terkait adanya anak-anak usia 6 s/d 15 tahun di Desa Maruk Tua yang belum pernah sama sekali sekolah. Sebagai wujud hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat, kami dari Polres Lingga dalam waktu dekat akan menurunkan petugas Puspa (Perpustakaan Polres Lingga ) untuk membantu memberikan edukasi belajar di sana karena kita punya perpustakaan keliling walau harus menyeberangi lautan,” kata Joko pada Batamxinwen.com, Rabu (20/2).

Tersuanya anak-anak Dusun Sebayur dengan buku-buku pendidikan dan mushola bagi warga, sejak Kabag Ops Polres Lingga, Kompol H Rusdwiantoro, melakukan Partoli persiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjelang pemilihan umum 2019 di dusun itu.

Setelah berdialog dengan anak-anak dan sejumlah warga dusun, Rusdwiantoro yang merasa terpanggil jiwanya langsung melaporkan kondisi warga dusun pada Kapolresnya yang kemudian langsung mengulurkan bantuan.

Proses pengiriman bantuan juga tidak mudah. Harus ditempuh dengan berjam-jam perjalanan laut menggunakan pompong demi membuka lembaran-lembaran ilmu bagi anak-anak Dusun Sebayur, Desa Maruk Tua, yang merupakan bagian dari negeri Gemah ripah loh jinawi ini. (tya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here