Wisatawan Lansia memadati pusat perbelanjaan di Kota Batam, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019, Wisatawan mancanegara lanjut usia (Wisman Lansia) tampak menyerbu sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu (8/6).

Salah seorang wisatawan asal India, Anne (56), mengatakan Kota Batam memang selalu jadi daftar teratas ketika hendak berlibur dan berbelanja. Selain dekat dengan negaranya. Batam memiliki kuliner yang khas yang membuatnya selalu ingin kembali mencicipinya.

“Untuk perjalanan singkat, pilihannya selalu Batam. Pakaiannya bagus dan murah. Kulinernya juga saya suka, ketagihan,” kata Anne, Berbahasa Inggris dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh reporter Batamxinwen.com.

Berbeda dengan Anne yang datang bersama pasangan. Wisatawan asal India, Anantgha Krisnan dan Prakash. Datang berwisata, mengikuti rombongan yang dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata.

“Ya. Saya senang sekali disini. Seafood nya enak,” ujar Krisnan, yang tampak mengalungi bunga kalung kedatangan.

Dijelaskan oleh Krisnan. Dirinya datang bersama 40 agen travel India lainnya. Bertujuan untuk familiarization (pengenalan) trip di Batam.

“Ya. Batam diminati warga India sebagai negara tujuan wisata belakangan ini,” ujar pria yang merupakan Ketua India Organizer Fam trip.

Sementara itu, Ardiwinata mengatakan bahwa dirinya menyadari benar, wisman India dalam dua dekade belakangan, telah memberi kontribusi besar bagi kedatangan turis di Batam.

“Tiga tahun ini, trend-nya menukik bahkan hampir mengejar wisman Malaysia. Sebab itu, dengan kolaborasi pentahelix, kita terus bergiat mendulang wisman India ini.” ujarnya .

Selain itu menurutnya, jika melongok data statistik, jumlah wisman India ke Batam pada tahun 2018 lalu menyentuh angka 259.000 orang, menempati urutan ke empat setelah Singapura, China dan Malaysia.

“Secara nasional, kontribusi wisman India ke Batam tidak bisa dianggap enteng; hanya kalah dari Bali yang mampu menyedot 60 persen dari total 600 ribu lebih wisman India yg ke Indonesia tahun 2018,” jelasnya.

Selain itu, ungkapnya, tahun ini, Kementerian Pariwisata sedang menargetkan mendulang 800 ribu wisman lansia, dan mengharapkan Kota Batam sebagai pendulang utama. Ya. Sebab. Secara geografis, mestinya Batam bisa memanfaatkan Malaysia dan Singapura yang berperan sebagai simpul penghubung.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa Kota Batam memiliki kesempatan. Dan pihaknya sedang menggesa hal tersebut. Guna menjadikan Kota Batam yang maju dalam hari pariwisatanya.

“Ada ceruk mengangga di depan. Pertanyaannya, mampu kagak kita memanfaatkannya?,” pungkasnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here