Lik Khai: Batam Wajib Punya Fasilitas Uji Sampel Corona, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Anggota DPRD Kota Batam, Lik Khai. Foto : Zeli/BX

Batamxinwen, Batam – Anggota DPRD Kota Batam Lik Khai mendesak pemerintah bergerak cepat mendeteksi mata rantai penularan virus corona di Kota Batam, dengan menyediakan fasilitas pemeriksa sampel spesimen corona.

“Seharusnya pemerintah pusat segera izinkan daerah, seperti Batam, untuk melakukan uji sampel corona, wajib itu karena Batam daerah perbatasan,” ujarnya kepada Batamxinwen, Kamis (19/3) malam.
Langkah antisipasi pemerintah baik pusat maupun daerah sejauh ini dinilai terlambat untuk mengantisipasi penyebaran di daerah Batam.

“Satu bulan yang lalu, saat Singapura sudah muncul virus corona, seharusnya kita sudah lalukan antisipasi di pintu-pintu masuk,” katanya.

Untuk selanjutnya, Lik Khai menyarankan Pemerintah Kota Batam untuk bertindak cepat, lakukan contact tracing dan karantina terhadap semua orang berpotensi terpapar virus corona, termasuk 60 orang yang diduga berkontak dekat dengan pasien positif corona di Batam.
“Batam harus secepatnya tes semua, termasuk 60 orang yang berkontak dengan pasien itu,” tegasnya.

Terakhir, Lik Khai juga meminta warga Batam menaati imbauan dan arahan Pemko, lakukan pembatasan sosial dan periksa kesehatan, jika diperlukan.

“Kami imbau warga untuk kerja sama, kalau ada gejala demam, batuk, dan sesak nafas, segera periksa ke rumah sakit, dengan lakukan protokol kesehatan yang diumumkan pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam M. Rudi mengumumkan seorang warga Kota Batam terjangkit virus corona dan sedang dirawat di ruang isolasi salah rumah sakit daerah di Kota Batam.

“Bahwa saat ini, salah satu warga Batam berjenis kelamin perempuan, yang dirawat di ruang isolasi RSD Embung Fatimah Kota Batam, hari ini terkonfirmasi positif virus corona,” ujar Rudi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pemko Batam, Kamis (19/3)

Menurutnya, yang bersangkutan mempunyai riwayat perjalanan ke Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta, dari 22 Februari, kembali ke Batam 4 Maret 2020. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here