Lima Hotel di Batam Tutup, PHRI Harap Pemerintah Segera Realisasikan Kebijakan Stimulus

Ilustrasi hotel di Batam. Foto: BX/Istimewa.

Batamxinwen, Batam – Industri perhotelan di Kota Batam terpuruk dan terguncang akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia, sejumlah hotel di kota pariwisata ini terpaksa menghentikan operasional untuk sementara waktu, menyusul sepinya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Hotel SwissBel, Asia Link, Evitel, M One, dan Harmoni One disebut-sebut sudah tutup sementara dan merumahkan ratusan pekerjanya. Hotel-hotel lain diyakini bakal menyusul, jika tidak ada perubahan signifikan dalam waktu dekat.

Hal ini dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansur, saat dikonfirmasi Batamxinwen, Jumat (27/3) malam.

Ketua PHRI Batam M. Mansur. Foto: BX/Istimewa.

“Industri pariwisata paling terdampak, kalau ada hotel yang tutup, pasti karena ada kerugian besar. Dan pasti akan ada yang menyusul,” ujarnya.

Mansur berharap, pemerintah dapat segera bertindak dan merealisasikan kebijakan relaksasi atau stimulus untuk dunia usaha dan pekerja, yang terdampak pandemi covid-19 ini.

“Menyikapi hal ini, kita berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku lainnya, seperti PLN, ATB, Jamsostek, dan lainnya, segeralah lakukan kebijakan stimulus yang dijanjikan,” paparnya.

Khusus untuk karyawan yang dirumahkan, pemerintah juga bisa memberikan kelonggaran pencairan dana pensiun atau jaminan sosial lain, sehingga mereka bisa bertahan di tengah keterpurukan seperti saat ini.

“Dipikirkanlah caranya, supaya bisa hidupi keluarga mereka,” imbuhnya.

Menurut Mansur, relaksasi dan stimulus juga harus diberikan kepada pelaku pariwisata melalui kebijakan keringanan beban listrik, air, pajak, dan lain sebagainya.

“Misalnya, turun daya, denda, atau keringanan tarif untuk perhotelan yang sudah tutup atau yang sepi, sehingga masih bisa membantu,” katanya.

Mansur menyatakan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Keuangan, Direktur BPJS, PLN, Gubernur, Wali Kota, dan DPRD, untuk menyampaikan permohonan untuk segera menyinkronkan dan mengimplementasikan kebijakan pusat.

“Segeralah realisasikan stimulus dan keringanan untuk perhotelan, juga bantuan untuk pekerja, pemerintah pusat dan daerah harus sinkron, ini berkaitan dengan dapur banyak orang, termasuk masyarakat ekonomi lemah,” pungkasnya. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here