Lukman Sardi saat konferensi pers di CGV Grand Mall Batam, Senin (2/9) sore. Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Hari keempat penayangan film Gundala sudah dapat menyerap 705 ribu penonton lebih. Pembuka jagad sinema bumi dan langit ini pun dikatakan tak ubahnya jalan baru untuk Indonesia dilirik dalam industri perfilman bertema Superhero.

Film garapan Joko Anwar ini mengambil lokasi syuting di 70 tempat berbeda dan sama sekali tidak menggunakan teknologi green screen yang biasanya digunakan untuk memanipulasi tempat kejadian.

“Ada 70 titik lokasi pengambilan gambar di tempat berbeda. Kami berpindah-pindah lokasi syuting, bahkan dalam satu hari bisa tiga kali. Lokasinya tersebar di Jabodetabek, Cilegon, dan Purwakarta,” kata Lukman Sardi saat konferensi pers di CGV Grand Mall Batam, Senin (2/9) sore.

Lukman Sardi sang pemeran politkus abu-abu dalam film ini mengungkapkan, dia punya harapan besar terhadap Batam yang dia katakan berpotensi menjadi lokasi pembuatan film kaliber internasional.

“Kenapa Batam tidak ada di 70 titik itu karena kebutuhan suasana yang lebih ke urban. Jadi dalam film ini kami mencari wilayah-wilayah kumuh, seperti bekas pabrik, gerbong kereta api. Kita tidak cukup dengan hanya gedung,” kata Lukman.

Meskipun begitu dia juga berharap, kalau Batam nantinya akan segera menyusul menjadi lokasi syuting film – film superhero Bumi dan Langit studios selanjutnya.

Hal itu dia katakan karena Batam sendiri memiliki studio besar untuk membuat film dan beberapa kali juga pernah digunakan seperti pembuatan film skala internasional. Sebut saja seperti ‘Dead Mine’ dan ‘Serangoon Road’.

“Di Batam ada fasilitas dan lokasi yang bagus, ada sebuah studio yang menarik untuk syuting. Lagipula, di sekitar arena Batam merupakan pulau yang jarang ada muncul di screen,” ujarnya.

Batam kata dia, memiliki keunikan tersendiri dari wilayahnya yang berbukit-bukit di tengah pulau, juga terdapat banyak pantai-pantai yang cocok menjadi proyeksi set suasana film Indonesia selanjutnya, serta mengingat lokasi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

“Ini harus dimunculkan. Sebab, ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian dan industri. Potensi yang menarik itu mendorong kemajuan untuk Batam dan wajah perfilman Indonesia,” kata aktor yang selalu sukses dalam berbagai film actionnya itu.

Menurut dia, Batam dengan panorama alamnya yang unik memiliki potensi yang harus dapat dikembangkan. Dan, studio besar di Nongsa bisa menjadi awal diproduksinya film-film berkualitas di Indonesia.

“Karena itu, kita sama-sama mendorong pemerintah agar lebih banyak lagi para produser film internasional membuat film di sini, karena ini tentu saja mendukung promosi pariwisata nasional bukan,” pungkas aktor berusia 48 tahun itu. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here