Malam Orientasi dan Ramah Tamah PSMTI Batam

Batamxinwen, Batam – Paguyuban Sosial Marga Tionghua Indonesia (PSMTI) Kota Batam mengadakan ramah tamah orientasi calon pengurus baru, sebelum dilantik pada Desember 2019.

Sejumlah tokoh masyarakat Tionghua Kota Batam serta puluhan pengurus lama dan calon pengurus hadir pada Restaurant New Shangrila Lantai 3 di Vista Hotel, Batam, Jumat (8/11) malam.

Robinson Tan dan Oenny Zhou yang didapuk sebagai pembawa acara pada pembukaan menyatakan, tim formatur PSMTI Batam yang terbentuk pada 12 Oktober 2019 sedang menyeleksi dan menyusun Kepengurusan masa bakti 2019-2023 dan telah menerima pencalonan pengurus yang cukup banyak.

“Sebagian calon pengurus mungkin belum saling mengenal visi dan misi PSMTI. Dengan demikian, ketua terpilih dan tim formatur merasa perlu adakan malam orientasi calon pengurus,” ujar Robinson, MC beken Kota Batam.

Menurutnya, orientasi tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan yang aktif dan solid, sehingga PSMTI dapat memberi kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat.

Ketua Terpilih PSMTI Batam Randy Tan. Foto: BX/Ependi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Terpilih PSMTI Batam periode 2019-2023 Randy Tan saat menyampaikan pengarahannya menyatakan, bahwa dia selaku pimpinan baru membuka hati untuk menyambut semua warga Batam yang terpanggil untuk berbakti kepada masyarakat.

“Untuk menghasilkan pengurus yang kosisten dalam kegiatan sosial PSMTI, kami merasa perlu melakukan orientasi, sehingga lebih saling mengenal dan lebih memahami misi dan visi PSMTI,” kata Randy.

Dalam mengabdi kepada masyarakat, menurutnya, pengurus harus mempunyain hati yang besar untuk menerima kritik.

“Kita harus punya karakter tahan banting, dikritik bagaimanapun, harus tetap melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Randy menegaskan, selain sikap jiwa besar, pengurus juga harus menunjukkan etos kerja yang profesional dan beretika, termasuk saling menghargai sesama pengurus.

“Berorganisasi dimanapun, beda pendapat itu hal yang wajar. Dan pada akhirnya, pasti ada keputusan yang harus diambil. Kiya harus saling menghargai, karena semuanya ini untuk PSMTI dan masyarakat Batam,” ujar pengusaha muda ini.

Dia juga menambahkan, “Menjadi pengurus bukan bekerja untuk ketua, saya dibatasi masa jabatan. Saya selalu ingatkan, PSMTI iyu milik kita semua.”

Randy mengharapkan, kekompakan kepengurusan yang baru dapat dibina sejak awal dan dipertahankan hingga 5 tahun kedepan.

Mengenai rencana kerja PSMTI, menurut Randy, dia berwacana untuk menggalakkan kegiatan bakti sosial untuk anak-anak yang memiliki kekurangan fisik alias kecacatan.

“Saya mempunyai agenda, yaitu membantu anak-anak handicapped, atau anak-anak cacat. Saya belum rencana yang konkrit, tetapi ingin kumpulkan ide dan saran, agar bisa membantu anak-anak tersebut untuk meraih masa depan yang cemerlang,” katanya.

Kemudian, acara dilanjutkan pemaparan sejarah Tionghua di Indonesia dan kiprah PSMTI dalam membela hak kewajiban masyarakat Tionghua. Pemaparan tersebut disampaik oleh Wakit Ketua II Terpilih Oenny Zhou.

“28 November 2019 nanti, PSMTI Batam akan menyambut hari ulang tahun ke-21. Dimana PSMTI Batam telah menghasilkan Universitas Internasional Batam (UIB) dan Rumah Duka Marga Tionghua,” ujarnya.

Asmin Patros, anggota DPRD Kepri sekaligus tokoh senior masyarakat Tionghua Kepri. Foto: BX/Ependi

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus tokoh senior PSTMI Kepri Asmin Patros yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepemimpinan Randy Tan, yang dinilainya berhasil mendongkrak kepercayaan warga Batam kepada PSMTI Batam.

“Karena hari ini saya melihat banyak muka baru, berarti PSMTI Batam sudah dikenal dan didukung masyarakat,” ujar Asmin saat memberikan pengarahannya selaku pendiri PSMTI Kepri.

Dia menjelaskan, bahwa awal pendirian PSMTI dihadapkan dengan berbagai polemik dan tantangan. Namun, warga Tionghua harus terus berikhtiar dan berkarya untuk Bangsa dan Negara Indonesia.

“Kita lahir di sini, mati di sini, takkan kemana-mana, jadi kita harus bertekad mengabdi kepada Ibu Pertiwi Indonesia,” tegasnya.

Asmin menyatakan, bahwa PSMTI adalah wadah masyarakat Tionghua untuk membuktikan kecintaan dan semangat membangun untuk Bangsa ini.

“Melalui PSMTI,” sebutnya, “kita bisa membuktikan bahwa orang Tionghua buka hanya bisa berdagang, tetapi juga bisa melakukan kegiatan sosial.”

Asmin juga mengingatkan, bahwa masyarakat Tionghua sebagai bagian Bangsa Indonesia, harus tetap menjaga etika dalam berperilaku dan bertutur bahasa.

“Kita percaya kita di satu kapal yang sama, yang akan membawa Bangsa Indonesia ke masa depan yang lebih baik, tidak akan ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Tionghua,” lanjut Asmin.

Ketua Perkumpulan Marga Tan Kota Batam sekaligus tokoh sepuh masyarakat Tionghua Kota Batam, Erwin Tai Lai Yong.

Kemudian, Ketua Perkumpulan Marga Tan Kota Batam, Erwin Tan Lai Yong, menyampaikan, bahwa pengurus baru PSMTI Batam mempunyai misi untuk meneruskan tugas mulia para pendahulu dan menjaga kontinuitas kepengurusan di masa mendatang.

“Teruskan cita-cita pendahulu, binalah generasi penerus, hingga PSMTI tetap eksis 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun lagi, bahkan selama-lamanya. Itu harapan kita bersama,” ujar Pria yang diakui sebagai tokoh sepuh masyarakat Tionghua Batam ini. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here