Foto : ilustrasi

Batamxinwen, Batam – Tidak sanggup menahan emosi mengetahui kakak perempuannya kabur bermalam ke rumah suami orang. Seorang adik di Kota Batam memukuli pacar kakaknya hingga tewas.

Kejadian berawal ketika perempuan muda berinisial D (21) warga Sagulung Indah, pergi meninggalkan rumah tanpa kabar sejak Kamis (19/9) lalu.

Setelah 3 malam mencari, akhirnya keluarga menemukan D berada di rumahnya AS yang beralamat di Bukit Senyum, Sabtu (21/9) lalu.

Cekcok mulut sempat terjadi di rumah AS. Sebelum akhirnya keluarga D memutuskan membawa kedua insan yang sedang kasmaran itu untuk di sidang ke rumah D.

Di rumah, AS dan D dicecar ragam pertanyaan oleh keluarga. Mereka yang dimabuk cinta itu kokoh pada pendiriannya untuk mengarungi hidup bersama-sama.

Namun malang, Adik laki – laki D yang tahu bahwa AS sudah mempunyai istri naik darahnya. Alhasil, tangan dan kaki sang adik pun melayang membabi buta menghantam AS yang saat itu tak mau melawan.

Keluarga yang baru sadar melihat AS sudah bonyok berdarah – darah memisahkan keduanya. AS dilarikan ke RSUD Embung Fatimah karena sudah lemas tak berdaya.

Disana AS sempat mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada, Minggu (22/9) pukul 06.00 WIB pagi.

“Pihak rumah sakit menghubungi kami, dan setelah kami selidiki akhirnya ketahuan bahwa AS tewas, setelah sebelumnya dianiaya oleh keluarga D,” jelas Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto menceritakan kronologis awal kejadian, Minggu (22/9) malam.

Selanjutnya, Jenazah AS dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan Autopsi. Lalu adiknya D pun ditetapkan sebagai tersangka. Dan kasus ini segera dilimpahkan langsung ke Polresta Barelang karena D dan AS beralamat di dua daerah yang berbeda.

Terpisah, Kapolresta Barelang Prastyo Rahmad Purboyo saat dikonfirmasi mengatakan, meminta pihak keluarga agar tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus ini pada pihaknya.

“Serahkan proses hukumnya pada kami,” tulisnya via Whatsapp, Minggu (22/9) malam.

Namun, untuk penyidikan lebih lanjut, ia tak ingin banyak berkomentar agar suasana duka tak terganggu.

Sementara itu, pihak keluarga AS, korban penganiayaan, telah melimpahkan seluruh penyelesaian kasus ini kepada pihak berwenang.

“Jika memang ada pelanggaran, proses hukum harus tetap berjalan,” kata seorang perwakilan keluarga AS, saat ditemui di RS. Bhayangkara hendak melihat jenazah korban.

Ia juga mengatakan, rekan serta kerabat juga telah berusaha untuk membujuk istri AS agar tetap tabah dalam menyikapi peristiwa ini.

“Kami tidak ingin ada penyerangan balik. Tapi kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku bisa dihukum seberat-beratnya,” tutup pria paruh baya itu. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here