Malaysia Ancam Eropa, Saham Sawit Berpeluang Naik

ist

Batamxinwen, Batam – Malaysia menyatakan siap beralih membeli pesawat komersial dari Rusia dan menghentikan semua pembelian pesawat pabrikan Eropa, jika Uni Eropa (UE) melarang impor minyak sawit (CPO) Malaysia.

Ancaman tersebut dilontarkan oleh PM Malaysia, Mahathir Mohamad, saat memberikan pemaparannya dalam salah satu forum bisnis dan investasi yang digelar di sela-sela KTT ASEAN, di Bangkok, Sabtu (2/10).

Pernyataan Mahathir, politisi senior yang dikenal karena gaya bahasa yang keras ini, segera menimbulkan spekulasi akan berdampak terhadap pergerakan saham-saham sektor sawit, baik di Malaysia maupun Indonesia, karena dua negara serumpun ini menguasai hampir 90% pasokan minyak kelapa sawit dunia.

Hal ini juga diiyakan oleh analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony.

“Kebijakan Malaysia ini tentu akan berpengaruh kepada saham di sektor sawit,” ujar Chris kepada batamxinwen, Minggu (03/11).

Menurutnya, jika ancaman Mahathir tersebut didukung dan diimplementasikan juga oleh Pemerintah Indonesia, niscaya akan berdampak besar terhadap industri pesawat UE.

Chris Apriliony. Foto: BX/Istimewa

“Jika indonesia juga mengikuti jejak Malaysia untuk tidak membeli pesawat buatan Eropa maka seharusnya Eropa juga akan berdampak, seperti kita ketahui, Indonesia dan Malaysia merupakan konsumen pembeli pesawat yang cukup besar juga jika dilihat dari maskapai-maskapai yang ada,” jelas pria yang juga menjabat Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas cabang Batam ini.

Chris juga menjelaskan, jika sikap UE melunak dengan meniadakan larangan impor CPO ke Eropa, harga CPO di pasar dunia seharusnya ikut menguat. Dengan demikian, prospek saham sektor sawit berpeluang untuk bersinar kembali.

“Dengan menguatnya harga CPO,” lanjutnya, “ada harapan saham-saham perusahaan yang bergerak di bidang CPO juga mengalami peningkatan.”

Seperti diketahui, akibat larangan impor EU tersebut, perusahaan-perusahaan sawit Indonesia mengalami dampak pelemahan yang signifikan dalam sisi laba bersih.

“Seperti CPO milik Astra, yaitu Astra Agro Lestari dengan kode saham AALI mencatatkan penurunan laba sampai sebesar 90% jika dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here