Malaysia-Singapura Buka Perbatasan, Warga Takut Terjebak usai Omicron

Calon penumpang mengantre di jalur penerbangan internasional di Bandara Internasional OR Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan (Jumat (26/11) untuk terbang meninggalkan negara tersebut. (AP Photo/Jerome Delay)

Batamxinwen, Jakarta – Malaysia dan Singapura mulai membuka perbatasan untuk warga dari kedua negara pada hari ini, Senin (29/11). Namun, sejumlah warga khawatir perbatasan akan ditutup lagi karena kemunculan Covid-19 varian Omicron.

“Perbatasan mungkin bisa tutup dalam waktu dekat karena varian baru itu. Sejujurnya, saya khawatir terperangkap,” ujar seorang warga Malaysia yang bakal bekerja ke Singapura untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

Secara umum, para warga yang mau melintasi perbatasan harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 sebelum berangkat.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, Malaysia menambah syarat tes ulang setibanya di tempat tujuan. Singapura lantas mengadopsi aturan tersebut.

Sementara sebagian warga khawatir, sejumlah masyarakat lainnya mengaku senang karena dapat berkumpul kembali dengan keluarganya setelah terpisah akibat penutupan perbatasan karena pandemi.

Salah satu karyawan industri semikonduktor, Siva Kumar, bercerita bahwa dua putranya sudah menanti kepulangannya sejak lama.

“Sepanjang pagi, mereka menelepon. ‘Sudah di mana? Sudah naik bus?’ Saya ingin memeluk mereka, mencium mereka. Saya sangat merindukan mereka,” tutur Siva kepada Reuters.
Sebelum pandemi, sekitar 300 ribu warga Malaysia bepergian ke Singapura untuk bekerja setiap harinya. Namun tiba-tiba perbatasan kedua negara ditutup akibat pandemi pada Maret 2020 lalu.

Akibatnya, puluhan ribu warga dari masing-masing negara terperangkap di kawasan tetangga. Sejak saat itu, mereka tak dapat bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Setelah lebih dari satu tahun penutupan, Malaysia dan Singapura sepakat membuka perbatasan darat pada hari ini. Dalam prosesi pembukaan, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menyambut PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, ke negaranya.

Berdasarkan aturan pembukaan ini, lebih dari 1.440 pelancong dari kedua negara dapat melintasi perbatasan tanpa karantina jika mereka memegang hak kependudukan, residensi, atau visa jangka panjang.

Perbatasan ini dibuka setelah Malaysia dan Singapura melaporkan penurunan kasus Covid-19 usai sempat melonjak beberapa bulan lalu.

Saat ini, Singapura sudah memvakinasi 85 persen populasinya, sementara Malaysia sudah mengimunisasi 80 persen populasi. (Red)

Sumber : CNNIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here