Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Foto: BX/Int

Batamxinwen, Pontianak – Pemerintah Malaysia mulai meniru gagasan sanksi bagi pencurian ikan dengan penenggelaman kapal ikan asing ala Menteri Susi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebelum memimpin penenggelaman 18 kapal pencuri ikan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 6 Oktober 2019.

“(Negara) Malaysia sudah mengikuti jejak kita. Mereka ikut melakukan penenggelaman kapal terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayahnya,” ujar Susi.

Rencana penenggelaman kapal oleh Pemerintah Malaysia, dikatakan Susi, diketahuinya saat berkunjung ke Negeri Jiran pada bulan lalu. Menteri Pertanian dan Perikanan Malaysia, kata Susi, menyatakan juga akan melakukan penenggelaman kapal.

Dia mengatakan, penenggelaman kapal ini selain menunjukkan kedaulatan negara dan menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum kasus illegal fishing, juga untuk membuat efek jera.

Maka, pelelangan kapal asing yang telah mempunyai kekuatan hukum atau inkrah bukanlah jalan keluar yang ideal. Susi mengumpamakan, jika dilelang Rp2 miliar, hal itu akan mudah dibeli kembali oleh sindikat mereka.

“Nilai lelangnya kecil bagi mereka. Sementara kapal asing biasanya berombongan berlayar untuk menangkap ikan kita. Tiap trip rombongan, mereka mendapatkan hasil tangkap ilegal senilai Rp10 miliar per kapal,” paparnya.

Maka dari itu, menurutnya, penenggelaman kapal asing ini sangat berpengaruh terhadap nilai ekspor ikan Indonesia. Tidak hanya itu, nilai tukar nelayan pun akan naik. Karena potensi ikan di Indonesia sangat besar, sehingga sumber daya ini sangat penting dijaga agar lestari.

Hal inilah yang juga mendasari pemerintah mengeluarkan regulasi terkait alat tangkap nelayan serta untuk mempertahankan kekayaan alam Indonesia.

“Ikan merupakan potensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Berbeda dengan potensi sumber daya alam yang lainnya,” terang dia.(*)

Sumber: Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here