BatamXinwen, Bintan – Siapa yang tidak kenal dengan Masjid termegah yang ada di Kawasan Kijang, Bintan Timur ini.

Masjid yang dahulunya bernama Masjid Raya Kijang ini, kini berganti nama menjadi Masjid Besar Nurul Imam Kijang.

Terletak di tepi Danau Kelurahan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Masjid ini memiliki satu kubah besar dan tiga kubah kecil dengan corak warna hijau dan kuning.

Ketua Masjid Besar Nurul Imam Kijang, Syamsir saat ditemui BatamXinwen Sabtu (19/5) mengatakan masjid ini sebelumnya bernama Masjid Raya Kijang dan dibangun dibangun pada tahun 1966, yang berada di kantor PT Aneka Tambang (ANTAM).

Namun pada tahun tahun 1967, Masjid ini dipindahkan dari kantor PT ANTAM ke Jalan Raja Ali Haji atau di pusat kota kijang saat itu.

Kemudian direnovasi total pada tahun 2010 hingga 2014. Dan diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla, sebagai Masjid Besar di Kecamatan Bintan Timur, bersamaan dengan Masjid Besar lainnya.

Seperti Masjid Baitul Makmur Tanjung Uban dan Masjid Kecamatan Bintan Pesisir.

“Setelah direnovasi total, lalu diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla saat itu,” jelas syamsir.

Ia juga menuturkan, rancangan arsitektur awal dari bangunan masjid tersebut adalah seseorang dari Bali.

Setelah itu, terus dilakukan revisi untuk memperindah masjid bersama arsitektur lainnya.

“Saya lupa nama arsiteknya, ketika itu tahun 2010 Zamannya Ansar Ahmad jadi Bupati kita cari arsiteknya. Beliau asli bali dan tinggal di Batam,” kata Syamsir.

Ornamen warna hijau dipadukan kuning membuat suasana megah terlihat dikubah masjid tersebut. Terlebih laghi, ditambah dengan ornamen tulisan dinding menjadi indah dan lebih sejuk.

Sementara mihrab masjid menonjolkan lebih banyak unsur kayu dengan gaya ukiran kaligrafi melayu yang bercampur arab.

“Tulisan kaligrafinya bercampur arab melayu, seperti di Masjidil Haram dan Madinah. Coba lihat pintu depan dan dinding depan Imam,” jelas Muhamad Saleh, rekan Syamsir yang merupakan pengurus Masjid Besar Imam Kijang.

Kini, Masjid Besar Nurul Imam Kijang memiliki dua lantai, dengan daya tampung 5.000 jamaah.

Selama bulan suci ramadan, kegiatan masjid diisi dengan berbagai kegiatan dan ibadah. Seperti tausyiah, tadarus, pesantren kilat, buka puasa bersama dan sholat taraweh.(And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini