Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. Foto/BX/ANTARA/Rivan Awal Lingga

Batamxinwen, Jakarta – Mencari pekerjaan saat ini sudah sangat sulit meskipun lowongan kerja masih saja ada dan ditawarkan melalui media daring. Namun demikian para pencari kerja diminta untuk selektif. Bukan tidak mungkin para pencari kerja terperangkap pada penawaran lowongan kerja menggunakan situs palsu.

Dikutip detikINET dari the Job Network, berikut ini adalah beberapa tanda lowongan pekerjaan yang kamu lamar, baik online maupun offline, mungkin sebenarnya tidak ada alias palsu.

1. Perusahaan tidak ada di dunia maya

Paling mudah untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut ‘nyata’ atau tidak yaitu dengan mengeceknya lewat internet. Tinggal googling saja, sudah umum lowongan pekerjaan akan tercantum online.

2. Coba lihat emailnya

Kamu mendapatkan email ucapan selamat telah diterima di sebuah perusahaan. Senang pastinya, tapi cek dulu apakah emailnya mempresentasikan perusahaannya. Misalnya [email protected], tapi kalau yang kamu terima email dalam bentuk Yahoo, Gmail, atau Hotmail, sebaiknya pikir ulang lagi. Apa benar ini email dari perusahaan tersebut?

3. Asal ketemu di media sosial

Nah ini sedikit berhati-hati. Sering dijumpai lowongan yang dipasarkan melalui media sosial. Kalau kamu dapat informasi tersebut dari teman yang memang kamu percaya dan bekerja di sana sih bisa saja lowongan tersebut benar, tapi kalau asal lihat saat scrolling di media sosial, coba pikir lagi.

4. Tidak perlu pengalaman

Lowongan pekerjaan sering mencantumkan kriteria khusus untuk pelamarnya. Kalau cuma mencantumkan ‘pria/wanita, maksimal 30 tahun, tidak perlu berpengalaman dengan SEGERA’ bukankah aneh? Apalagi jika dijanjikan dengan gaji yang terlampau tinggi. Pastikan juga mereka tidak meminta kamu untuk membayar berdalil apapun.

5. Bahasa lowongan yang mencurigakan

Ketika melakukan perekrutan karyawan, perusahaan hampir pasti menggunakan bahasa yang formal tanpa ejaan tanpa kalimat yang tampak terlalu santai. Kalau yang kamu dapatkan lowongan yang kelewat ‘alay’, lebih baik lewatkan saja.(*)

Sumber: Detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here