PT Batam Mitra Sukses yang berada di Komplek Ruko Suri Graha nomor 11 - 12, Pelita. Foto: BX/bintang

Batamxinwen, Batam – Nama Asun, salah satu pengusaha di Kota Batam, mencuat setelah adanya penangkapan terhadap tiga tersangka pembakaran hutan di kawasan Sekupang, dan juga kawasan Sembulang, Batam.

Ketiganya adalah Sutarno, Andi, dan Roy yang berhasil diamankan oleh Tim Satreskrim Polresta Barelang Batam. Ketiganya mengaku melakukan pembakaran hutan atas suruhan Asun, pemilik PT Batam Mitra Sukses.

Saat Batamxinwen.com mencoba menelusuri lokasi PT Batam Mitra Sukses yang berada di Komplek Ruko Suri Graha nomor 11 – 12, Pelita. Tampak gedung berlantai tiga itu terbengkalai dan terlihat spanduk bertuliskan bahwa gedung saat ini dijual atau disewakan.

Putra salah satu penjaga gedung tersebut, saat ditemui mengaku bahwa PT Batam Mitra Sukses sebelumnya memang beroperasional di gedung tersebut. Namun sejak dua tahun lalu, perusahaan tersebut diketahui sudah tidak beroperasional.

“Mereka sudah pindah, tidak disini lagi. Dulu memang iya, mereka pakai dua lantai kalau tidak salah. Tapi sejak dua tahun lalu sudah pindah,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (14/09) siang.

Menurutnya, saat masih beroperasional. PT Batam Mitra Sukses hampir seperti perusahaan yang memiliki berbagai bahan bangunan, mulai dari cat, silikon, dan masih banyak lagi. Dari informasi terakhir yang sempat didapatnya dari pihak pekerja, diketahui bahwa perusahaan tersebut pindah ke area Batam Center.

“Terakhir katanya sih ke Batam Center, coba hubungi nomor contact yang ada di iklan itu aja,” tuturnya.

Sebelumnya, adanya perintah penangkapan dan penyelidikan terhadap Asun sendiri dilontarkan langsung oleh Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo saat pelaksanaan ekspose penangkapan tiga tersangka pembakaran hutan di Batam, di Mapolresta Barelang, Jumat (14/9) sore.

Dalam kasus ini, diketahui dua nama yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan serta menyuruh untuk membakar, yakni Asun, seorang pengusaha pemilik PT Batam Mitra Sukses, dan seorang lainnya bernama Junaidi.

“Saya akan memerintahkan anggota untuk mengusut tuntas kasus ini. Agar, tidak ada lagi yang berani melakukan pembakaran hutan seperti ini. Kita tidak akan berhenti sampai pada pelaku pembakaran saja. Siapa yang menyuruh juga akan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dari pengakuan para tersangka, mereka diperintahkan pemilik lahan yang diketahui bernama Asun, untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Asun sendiri diketahui memiliki lahan kurang lebih seluas 20 hektar di kawasan Sembulang, Batam. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here