PT Hanindo Jaya Group, perusahaan supplier kartu GSM yang digerebek polisi. Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – Rabu (8/1), Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota berhasil mengungkap jaringan pemgaktivasi kartu GSM ilegal. Jaringan ini mampu mengaktivasi kartu GSM sebanyak 4000 kartu per harinya.

Mereka mengaktivasi kartu GSM dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang lain. Lalu dari mana para pelaku mendapatkan data NIK? Batamxinwen.com mencoba menelusuri dari mana data-data NIK yang digunakan oleh pelaku dalam jaringan ini.

Dari pengakuan seorang anggota jaringan, Jo, data NIK itu mereka dapat dari sebuah aplikasi yang bisa diunggah dari playstore.

“Dari aplikasi itu, caranya, kita ketik saja sembarang angka NIK, nanti kekuar data orang,” kata Jo pada Batamxinwen.com usai ditangkap polisi.

Namun, menurut salah satu pegiat internet yang minta namanya untuk dianonimkan, pengakuan Jo itu hanya mengkambinghitamkan aplikasi.

“Data sebanyak itu tidak mungkin didapat dari aplikasi. Data sebanyak itu pasti didapat secara manual yang didapat dari orang dalam (Disduk) yang punya data,” kata sumber pada Batamxinwen com, Kamis (9/1).

Terkait dugaan akan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Eka Putra mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini.

“Kita sedang melajukan pemeriksaan. Beberapa pihak yang terkait dalam kasus ini akan kita panggil,” katanya.

Sebelumnya, polisi menggerebek tidak tiga tempat berbeda saat mengungkap kasus ini. Sebuah counter seluler di bilangan Legenda Hang Tuah, sebuah kantor konsultan pajak yang dijadikan tempat aktivasi, dan kantor PT Hanindo Jaya Group, perusahaan supllier kartu GSM berbagai provider seperti, Telkomsel, XL, Indosat yang terletak di Kawasan Industri Walakaka, Batamkota. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here