Ketua PKTM Batam Kasman (kedua dari kanan) memegang kue bulan buatan anggota PKTM Batam. (Foto: BX/Ependi)

Batamxinwen, Batam – Hari ini keluarga Tionghua sejagad memasuki tanggal 15 bulan delapan. Hari dimana setiap keluarga akan berkumpul dan mempererat hubungan kekeluargaan dan kekerabatan.

Tak sekadar berkumpul. Hari ini adalah momentum para keluarga untuk bergembira dan berceria bersama, sembari menikmati sejumlah sajian makanan dan kue sambil menikmati bulan purnama.

Perjalanan tradisi ini, terus berkembang. Namun satu yang pasti di hari ini, seluruh keluarga Tionghua akan merayakan sebuah festival yang dinamai sebagai Festival Kue Bulan.

Momentum ini juga dirayakan keluarga besar Tionghua yang tergabung dalam Perkumpulan Keluarga Tionghua Meranti  (PKTM) Kota Batam.

Tak ada yang istimewa, namun Perayaan Festival Tiong Chiu atau Kue Bulan tahun ini serasa sangat bernilai. Pasalnya, perayaan yang juga disebut sebagai festival pertengahan musim gugur ini dilaksanakan secara bersama di gedung milik perkumpulan yang sedang dalam penyelesaian.

Memang belum seluruhnya rampung, namun keputusan untuk merayakan festival di tempat itu telah memantik asa dalam rajutan bersama anggota dan pengurus perkumpulan.

“Suatu kebanggaan dan kepuasan yang tak terlukiskan dengan kata-kata, kami sudah mempunyai rumah sendiri. Hari ini, Gedung PKTM Batam pertama digunakan untuk kegiatan Festival Kue Bulan,” kata Ketua PKTM Batam Kasman dalam bincang-bincang bersama batamxinwen.com, Jumat (13/9).

Pembangunan Gedung PKTM Batam yang peletakan batu pertama pada awal April lalu itu, sudah hampir rampung. Gedung yang dibangun dengan luasan 1.300 meter persegi itu, kini dalam tahapan akhir penyelesaian dan telah mencapai 90 persen.

Gedung inilah akan menjadi jembatan bagi seluruh anggota kelompok untuk menjalin dan menjahit kembali semangat kekeluargaan dan kekerabatannya. Ya, inilah wadahnya, gedung yang representatif  dan menjadi yang pertama di Kota Batam milik paguyuban Tionghua.

Kasman mengatakan, perayaan di festival tahun ini dikemas kental dengan nuansa budaya dan adat istiadat. Rangkaian kegiatan dilangsungkan untuk meriahkan hari ini. Ada aksi demo pembuatan kue bulan oleh para ibu dan wanita perkumpulan. Semuanya dilangsungkan dengan penuh kegembiraan, keceriaan dan semangat kekeluargaan.

Aksi (membuat kue bulan) ini adalah rintisan turun temurun leluhur dan sudah menjadi kebiasaan dan karenanya haruslah terus dirawat dan dilestarikan.

“Membuat kue bulan adalah adat istiadat yang harus dilestarikan. Kue ini lambang keutuhan keluarga yang sempurna. Menurut orang Tionghua, bulat itu sempurna, seperti bulan purnama,” katanya.

Ada asa di balik semua aksi ini, kata pengusaha sekaligus politisi PDIP Kepri ini. Harapan itu agar, segenap warga Meranti di Kota Batam dapat merasakan manfaat dari semua kebersamaan dalam perkumpulan tersebut, termasuk gedung itu.

Dengan begitu rekatan solidaritas akan kian kokoh bagi warga perantau asal Selatpanjang dan sekitarnya, yang masih bermukim di Batam, kota Bandar Dunia Madani ini.

“Himbauan kami, seluruh warga Meranti di Batam bisa merasa memiliki bersama gedung ini. Kita manfaatkan bersama untuk semua hajatan, resepsi ulang tahun, pernikahan dan lainnya bisa dilakukan di gedung ini,” tambahnya.

Sementara Ci Tuan, seorang anggota paguyuban yang jadi pantia festival menjelaskan, panitia telah merancang sejumlah kegiatan bernuansa kekeluargaan untuk merayakan Festival Kue Bulan, Jumat (13/9) ini.

“Hari ini perayaan tidak meriah, tetapi lebih mengutamakan rasa kekeluargaan. Misalnya ini, belajar buat kue bulan. Malam harinya, kita adakan makan bersama dan melepaskan lentera doa. Nilai kekeluargaan itu yang kita kedepankan,” ujarnya.

Peserta yang partisipasi dalam perayaan didominasi keluarga pengurus dan Dharma Wanita, yang jumlahnya mencapai puluhan orang. “Semuanya berlangsung penuh kekeluargaan dan keceriaan,” katanya.

Setidaknya, kue bulan yang akan disantap sambil memandang bulan yang bulat di Festival Kue Bulan ini, bisa menjadi inspirasi sulaman kekeluargaan yang kian erat di sesama keluarga besar Tionghua Meranti Kota Batam.(Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here