Miniatur kapal dari tulang ikan, Foto : And/BX

BatamXinwen, Bintan – Siapa bilang limbah tulang ikan tidak bermanfaat. Melalui Dekranasda Kabupaten Bintan, telah menggelar Lomba Kerajinan Tulang Ikan yang diikuti sekitar 50 peserta dari masing-masing kecamatan. Para peserta diberikan pelatihan untuk bagaimana merakit tulang ikan menjadi miniatur kapal, Minggu ( 14/10).

Antusiasme peserta juga sangat tinggi. Tulang ikan yang digunakan, sebelumnya dicuci serta dikeringkan baru mulai dikerjakan dengan disusun satu persatu menjadi sebuah kapal.

Limbah Tukang Ikan yang dimanfaatkan yaitu Tulang Ikan yang biasa masyarakat Bintan memanggilnya dengan Ikan Jebung.

Zaini, Pengrajin Kerajinan Tulang Ikan menuturkan bahwa dibutuhkan ketelatenan dalam membuat Miniatur Kapal berbahan dasar Tulang Ikan. Dalam waktu sekitar 4-6 jam, pengrajin bisa membuat Kapal Miniatur Tulang Ikan dengan ukuran kecil dan sedang.

“Satu kapal 4 – 5 jam lah siap mas, karena harus teliti dalam menyusun sehingga membentuk sebuah kapal”, kata Zaini.

Menurut zaini, dalam sehari dia bisa menghasilkan 2 hingga 3 kapal dari tulang ikan. Kapal yang dibuatnyapun berbagai macam ada kapal pesiar dan ada kapal perang.

“Dua kapal siaplah sehari mas, ada macam – macam kapal. Ada kapal pesiar, kapal perang sama kapal lainnya”, Jelas Zaini.

Satu kapal dibandrol zaini dengan harga yang bervariasi sesuai bentuk kesulitannya. Ada harga 500 ribu rupiah hingga jutaan rupiah. (and).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here