Modus dan Peran Mucikari Prostitusi Online di Batam dalam Menjadi Mangsa dan Korban

ilustrasi-prostitusi
Ilustrasi prostitusi. (net)

Batamxinwen – Kasus prostitusi online yang dibongkar oleh Polsek BatuajiĀ  Batam masih terus dilakukan penyidikan. Sudah banyak pihak-pihak yang turut diperiksa polisi, khususnya yang diduga menjadi mucikari dan sindikat yang terlibat dalam jaringan prostitusi online yang melibatkan remaja dan anak di bawah umur ini.

Beberapa inisial yang telah diperiksa polisi ternyata memiliki peran masing-masing. Mereka bertugas mencari pelanggan, mencari kamar, dan ada juga yang mencari korban sesuai pesanan dari pelanggan.

Pengungkapan Dua Remaja Mucikari Prostitusi Online di Batam

Dalam menjalankan aksinya, ada empat mucikari yang berbagi peran. Yakni NA (35) wanita, berperan sebagai Mami, JS (23) laki-laki berperan mencari pelanggan bersama OD (21) dan Yf (21).

Keempat pelaku diketahui menjalankan kegiatan yang tidak terpuji tersebut sejak bulan April 2020 lalu.

Tugas keempat pelaku yakni, NA sebagai bendahara tempat penyetoran uang dari pelanggan, selanjutnya JS, OD dan YF bertugas untuk mempertemukan pria hidung belang kepada wanita yang akan digunakan sebagai pemuas nafsunya.

Sedangkan dua orang lainnya yang diduga ikut terlibat yakni RS (19) dan ML (21). Ia berperan menjadi mucikari perekrut wanita pemuas nafsu khusus anak sekolah di Batuaji.

 

Mengapa Artis Terjebak Prostitusi? Simak 4 Hal ini

Ironisnya, banyak anak di bawah umur yang masih duduk bangku SMP menjadi incaran para mucikari untuk ‘dijual’ ke para pria hidung belang.

Prostitusi online yang di dalami oleh Polsek Batuaji, berawal dari laporan masyarakat, mengenai adanya kegiatan prostitusi di wilayah hukum Polsek Batuaji, menggunakan aplikasi MiChat.

Laporan tersebut membuat Jajaran Polsek Batuaji bergerak. Pasalnya sesuai informasi dari masyarakat, prostitusi online tersebut melibatkan anak di bawah umur.

Polisi Ungkap Sindikat Prostitusi Online yang Libatkan Anak-anak

Kasus ini terungkap karena adanya laporan dari masyarakat. Laporan itu ditindak lanjuti oleh unit reskrim Polsek Batuaji dan mencoba menelusuri kegiatan pelaku.

“Jadi untuk mengungkap kasus tersebut polisi berpura-pura menjadi pelanggan dan memesan wanita yang bisa digunakan untuk memuas nafsu,”kata Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir, Selasa (28/7/2020).

Saat ini, kepolisian juga masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, termasuk akan memanggil pihak pengelola wisma.

“Kasusnya masih kita kembangkan, apakah ada motif lain,” kata Kanitreskrim Polsek Batuaji Iptu Thetio. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here