BatamXinwen, Batam – Calon Anggota DPD RI Daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mustofa Widjaya, berjanji akan berjuang mengatasi permasalahan pengangguran di Kepri.

“Harus ada terobosan dalam mengatasi permasalahan ini, sehingga tidak berkelanjutan dan menjadi sebuah masalah dalam proses pembangunan nantinya,” Kata mantan Kepala BP Batam Periode 2008-2016 ini disela-sela kunjungannya di Kecamatan Sekupang Batam, Sabtu (28/7).

Mustofa Wijaya

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di S2 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Jakarta ini juga mengatakan ada hal yang sangat penting dan mendesak yang harus ditindak lanjuti oleh pemerintah untuk mengatasi permasalhan sosial ini.

“Permasalahan pengangguran, kemiskinan, kesehatan, pertanian hingga infrastruktur, haris segera mungkin bisa diurai. Dan tentunya perlu adanya regulasi yang tepat,” jelasnya.

Selain itu, anggota Dewan Pakar ICMI Pusat ini juga menjelaskan, pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja, tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada, sehingga tidka terserap dengan maksimal.

“Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian. Mengingat hal ini menyebababkan produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang. Sehingga menimbulkan kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya,” jelas Mustofa.

Mustofa Wijaya

Salah satu cara untuk mengurangi pengangguran di Kepri adalah, tambahnya, membuat Regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) Tentang Ketenagakerjaan.

“Semua investor baik itu BUMN/BUMD/BUMS wajib memperkerjakan tenaga kerja lokal sesuai keahliannya, sehingga kedepan pengangguran bisa terserap merata,” tegasnya.

Segaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, jumlah pengangguran di Kepri per Agustus 2017 sebanyak 69.160 orang. Angka tersebut bertambah 1.364 dibandingkan data per Februari 2017.

Sedangkan jumlah pengangguran tersebut didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni 11,51 persen. Disusul lulusan SMA sebesar 7,12 persen, lulusan SPM sederajat 6,65 persen, lulusan perguruan tinggi 6,49 persen, dan lulusan SD sebesar 4,53 persen.(isu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini