Jenazah Siprianus (27) dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara untuk diautopsi, Minggu (11/4). Foto: Shafix

Batamxinwen, Batam – Siprianus Apiatus Bin Philipus, narapidana Rutan Kelas II A Batam (27), meninggal di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Kota Batam, Sabtu (10/4).

Menurut Kepala Pengamanan Rutan Kelas II A Batam, Ismail, awalnya, Siprianus dilarikan ke klinik rutan karena mengeluh sakit. Namun, karena kondisinya memburuk, sekitar pukul 10.00 wib, Siprianus kemudian dilarikan ke RSUD Embung Fatimah. Sekitar dua jam berada di rumah sakit, Siprianus dinyatakan meninggal dunia.

“Kemudian kita langsung beritahukan kepada keluarganya,” ujar Ismail ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Minggu (11/4).

Namun, keluarga Siprianus melalui kuasa hukumnya, Natalis Zega dari Peradi Batam Raya, mengatakan, pihaknya menduga ada penyebab lain dari kematian Siprianus. Ada dugaan penganiayaan. Dugaan penganiayaan itu muncul setelah pihaknya menemukan memar di tubuh Siprianus.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan meminta agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian,” ujar Natalis.

Siprianus merupakan narapidana dalam kasus tindak pidana pengeroyokkan. Ia dihukum selama 1 tahun 6 bulan dan sedang mengajukan pembebasan bersyarat. Hingga berita ini diunggah, mayat Siprianus masih berada di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, Nongsa, untuk menunggu proses autopsi. (Shafix)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here