Seksi Pemeriksaan III Kanimsus Kantor Imigrasi TPI Batam, Mirza Dwitri Patria SH.MH/BX/Foto: Jkf

Batamxinwen, Batam – Sejak ‘curhatan’ seorang nitizen dengan akun Facebook bernama Rama Dani diunggah, Kepala Seksi Pemeriksaan III Kanimsus Kantor Imigrasi TPI Batam, Mirza Dwitri Patria SH.MH, langsung melakukan pengecekan terhadap kebenaran ‘curhatan’ netizen yang mengaku menjadi korban pungutan liar oleh petugas Imigrasi di Pelabuhan Harbour Bay, Sabtu (11/5).

“Saya sudah lakukan pengecekan. Apa yang disampaikan oleh netizen tersebut tidak benar,” kata Mirza pada wartawan ditemui di kawasan Harbour Bay, Sabtu (11/5).

Menurut Mirza, hasil penelusurannya terhadap sejumlah bawahannya, yang terjadi adalah, pihaknya mencurigai adanya indikasi potensi penyalahgunaan izin kunjungan di Malasysia oleh WNI.

Kecurigaan itu kemudian di perdalam dengan melakukan sejumlah interview dan pemeriksaan terhadap rekam jejak lalu lintas paspor calon penumpang tersebut.

“Dalam rekam jejak terdapat indikasi penyalahgunaan ijin tinggal kunjungan di Malaysia yang dimanfaatka untuk bekerja,” jelas Mirza.

Selain itu, kecurigaan pihaknya semakin kuat ketika, calon penumpang tersebut membawa serta seseorang yang diakui sebagai teman dekat.

Dalam proses pemeriksaan lanjutan (dalam kantor imigrasi oleh supervisor) tidak dapat dipastikan indikasi tersebut sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanannya setelah diperiksa beberapa waktu (memakan waktu lebih lama dari penumpang lain)

Ditegaskan Mirza, saat ini TPI Imgrasi di Pelabuhan Harbour Bay merupakan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan pungutan liar.

Hal itu terlihat dari waktu pelayanan dan wawancara terhadap calon penumpang ketika melakukan pemeriksaan paspor, yang dipersingkat hanya sampai satu menit saja. Interview lanjutan dalam ruang khusus hanya dilakukan ketika petugas Imigrasi menemui kecurigaan pada calon penumpang tujuan luar negeri.

Dengan memangkas waktu pelayanan terhadap calon penumpang itu, maka tidak ada kesempatan terjadinya pungutan liar antara petugas dan calon penumpang.

‘Curhatan’ seorang netizen dengan akun Facebook bernama Rama Dani diunggah/BX/Foto: Screen shot Facebook

Dalam ‘curhatan’nya, akun Rama Dani mengaku dimintai dan terpaksa memberikan uang sebesar 40 RM kepada seorang petugas Imigrasi.

Terkait ‘curhatan’ netizen itu, Mirza menduga sebagai bentuk kekesalan calon penumpang ketika petugas Imigrasi melakukan interview dan pemeriksaan cukup ketat. (Jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here