Warga Puri Brata Indah, Sagulung, sedang menjenguk Nurul, penderita kanker lidah, di rumahnya, Senin, 21 September 2020. Foto: BX

Batamxinwen, Batam – Di rumah bercat biru di Perumahan Puri Brata Indah Blok D No. 9, Kecamatan Sagilung itu, Nurul Khairun Nisa (5) tinggal bersama nenek dan tantenya, Karin. Tidak ada meja dan kursi di ruang tamu rumah itu. Hanya ada kasur busa berukuran sekitar 1,5 x 2 meter dan sebuah rak kayu yang di atasnya ada sebuah televisi 21 inchi.

Nurul, begitu bocah perempuan bertubuh kurus ini biasa disapa, hanya bisa terbaring lemah di atas kasur beralaskan sprei merah. Di sampingnya, berbaring neneknya yang selalu menjaganya dan membelainya ketika Nurul merasa tak nyaman karena sakit yang dideritanya. Nurul divonis menderita kanker lidah. Kanker yang membuat lidahnya membesar hingga memenuhi rongga mulutnya dan menjulur keluar melebihi bibirnya.

“Sudah dua minggu dia sakit. Kalau sakit begini saya tak bisa tinggal ke mana-mana. Dia kalau tidur suka pegang rambut saya. Jadi saya harus temani dia terus di sampingnya,” kata nenek Nurul pada Batamxinwwn.com, Senin, 21 September 2020.

Selain neneknya, Nurul juga dirawat Karin, tantenya yang merawatnya sejak ibunya meninggal disaat Nurul berusia 45 hari. Sedangkan Ayahnya pergi meninggalkannya sejak ia masih di dal kandungan.

Menurut Karin, Nurul sudah menderita sakitnya sejak berusia satu tahun dan pernah mengalami hal yang sama seperti saat ini. Dokter di salah satu rumah sakit swasta di Batam mendiagnosa Nurul mengidap kanker lidah. Saat itu, kata Karin, butuh uang Rp 24 juta hanya untuk biaya rawat inap saja. Karin tak punya uang sebanyak itu. Ia pun harus mondar-mandir bersama suaminya mencari donasi untuk biaya pengobatan Nurul.

“Waktu lagi jalan kaki mencari sebuah yayasan yang bisa membantu, kami tak sengaja bertemu dengan seorang sinshe di Pelita. Setelah kami menceritakan penyakit Nurul, dia mau mengobati. Ternyata, siizin Allah, Nurul bisa sembuh setelah diobati pakai obat herbal,” kata Karin yang harus rela untuk tidak bekerja sementara mengurus Nurul.

Setelah sembuh, Nurul tumbuh menjadi bocah yang periang. Namun, karena keterbatasan biaya, Nurul yang seharusnya sudah duduk di bangku Taman Kanak-kanak itu, harus rela bermain bersama teman-temannya di komplek perumahannya saja.

Hingga pada pertengahan Agustus lalu, usai bermain, Nurul pulang ke rumah dan mengeluh jika lidahnya gatal. Rasa gatal yang dialami Nurul berlangsung hingga tiga hari. “Setelah itu lidahnya mulai bengkak terus sampai keluar seperti sekarang ini. Proses pembengkakkannya cepat sekali,” ujarnya.

Di kondisi Nurul saat ini, Karin hanya berharap doa dan uluran tangan dari warga sekitar yang diakuinya banyak membantu. Seperti saat Batamxinwen.com mendatangi rumah Karin, terlihat ibu-ibu perwakilan RT 8 Perumahan Puri Brata Indah, datang menyantuni Nurul.

“Saya terpaksa tidak bekeeja dulu. Biasanya saya jaga warung. Penghasilannya sehari hanya Rp 60 ribu. Sementara suami saya baru saja dapat pekerjaan setelah lama menganggur. Harga obat Nurul satu butirnya Rp 1,8 juta. Harus minum tiga kali sehari. Alhamdulillah ada bantuan dari banyak orang sehingga kami bisa beli obat saat ini,” kata Karin.

Karin masih terbarin lemah melawan kanker lidah. Bagi pembaca Batamxinwwn.com yang ingin meringankan beban Nurul dan keluarganya, Anda bisa menghubungi Karin di nomor 085210002317. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here