Ketua International Business Association (IBA), Shan Shan - Istimewa

Batamxinwen, Batam – Muhammad Rudi mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik. Sasaran utamanya seperti, kantor – kantor pemerintahan, perhotelan, usaha swalayan dan swasta.

Hal itu dia jabarkan dalam surat edaran yang terbit pada (30/10) lalu, dengan nomor 525/DLH/X/2019, dan diberikan kepada FKPD Kota Batam, Pimpinan Instansi, Pimpinan OPD, dan Pengusaha Swasta.

Terkait ini, organisasi non profit pengusaha Batam, International Business Associaton (IBA), mengapresiasi langkah yang diambil Rudi tersebut. Bahkan mereka menilai seharusnya ini sudah diterapkan jauh – jauh hari.

“Tentu kami sangat mendukung kebijakan tersebut, plastik bukan hanya masalah yang harus ditanggulangi negara tapi masalah kita yang harus kita tanggulangi bersama, termasuk para pengusahanya,” kata Ketua IBA Batam, Shan – Shan, Selasa (19/11).

Meskipun dia mengakui untuk membuat hal itu menjadi sebuah kebijakan tak bisa serta merta dilakukan, melainkan harus melalui proses sosialisasi dalam waktu yang tak sebentar. Tapi dia berharap, para pengusaha bisa memiliki kesadaran lebih tinggi untuk bersama menjaga lingkungan. Dimulai dari hal – hal kecil.

“Batam sebagai kota yang sedang berkembang memang sudah seharusnya menangani masalah sampah plastik ini dengan serius. Pasalnya, sekarang polusi sampah plastik merupakan masalah utama di banyak negara di Asia,” kata dia lagi.

Lanjut dia banyak program ramah lingkungan yang bisa dimulai oleh Pemerintah seperti, himbauan kepada pengusaha swasta sperti mewajibkan karyawannya membawa tumbler atau botol minum sendiri, juga setiap swalayan – swalayan mulai membuat program kantong belanja, dan restoran berhenti memakai sedotan plastik.

“Yang lebih menarik kalau di Batam, ada beberapa hari seperti weekend, disarankan kita terbebas dari penggunaan plastik. Itu lama kelamaan akan membangkitkan kesadaran masyarakat juga,” tambahnya.

Namun dia menilai semua itu kembali kepada masyarakat itu sendiri. Bahkan dia meminta, untuk setiap media massa jika memang serius menyuarakan ini, harusnya lebih sering menyinggung tentang kritisnya penggunaan plastik, dimana menurut dia, media merupakan komunikasi masyarakat kepada dunia secara langsung.

“Jika tidak menganggulangi dengan tepat dan cepat, maka masalah soal plastik ini akan semakin merusak,” ujarnya

Ya. Wacana Rudi kali ini memang tidak main – main. Bahkan dalam surat edaran dia meminta, ini untuk diterapkan di lingkungan Pemerintah terlebih dulu. Ia mencontohkan, untuk di kantor-kantor pemerintahan atau dalam setiap agenda rapat agar disediakan gelas untuk minum dan wadah makanan.

Bahkan sekolah – sekolah pun tak luput, dia meminta agar kantin tidak menjual makanan dalam kemasan plastik. Selain itu juga para pengusaha kuiner juga diminta mengurangi penggunaan kantong dan sedotan plastik.

“Kalau program itu tepat, saya yakin tidak akan ada pengusaha yang keberatan,” pungkasnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here