Batamxinwen, Jakarta – Aplikasi dompet digital OVO, tak lagi menggratiskan transfer dana ke bank. Mulai Kamis (12/12), OVO mengenakan biaya transaksi sebesar Rp 3.000. Hal itu dikutip dari laman resmi ovo.id.

Sebelumnya, OVO menggratiskan transaksi transfer ke bank ini. Sementara pendiri Lippo Group yang menaungi OVO, Mochtar Riady, pernah menyatakan tidak kuat memasok dana dengan layanan gratis, diskon, hingga cash back untuk pelanggan.

“Alasannya, terus bakar uang. Bagaimana kami kuat?” kata Mochtar dalam acara Digital Conference 2019 di Jakarta, Kamis, (28/11). Penjelasan itu dia sampaikan, terkait langkah Lippo melepas lebih dari dua pertiga porsi sahamnya di OVO.

“Bukan melepas, kami menjual sebagian. Sekarang (saham) kami mungkin tinggal 30 persen. Dua pertiganya kami jual,” ujar Mochtar.

Candu Promo di Bisnis Online

Edisi perdana Profit mengulas promosi startup digital yang telah jadi candu bagi pelanggan. Apakah mereka tetap setia jika promosi ditiadakan? Simak cerita lengkapnya dalam collection ini dan subscribe agar mendapatkan notifikasi story baru.

Subscribe

Sementara itu Presiden Direktur Multipolar/ Direktur Lippo Group, Adrian Suherman, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan dan perkembangan OVO sebagai perusahaan fintech e-money Indonesia.

“Sebagai pendiri OVO, kami tentunya akan selalu aktif mendukung dan menjadi bagian dari perkembangan OVO,” kata Adrian, dalam siaran pers, Kamis (28/11).

Soal pengenaan tarif transaksi tersebut, kumparan sudah mengonfirmasi President OVO (PT Visionet Internasional), Karaniya Dharmasaputra. Tapi pertanyaan melalui pesan singkat masih belum direspons.(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here