Panglima TNI: Pulau Galang Ditakdirkan untuk Operasi Kemanusiaan

Batamxinwen, Batam – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KapolrI Jenderal Polisi Idham Azis, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Galang, Kota Batam, dalam rangka menghadiri kegiatan Bhakti Sosial di Desa Sijantung, Kecamatan Galang, yang merupakan pemukiman penduduk yang masih satu kecamatan dengan bekas kamp pengungsian Vietnam, tempat akan dibangun rumah sakit penyakit menular.

Danlatamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah bersama pimpinan TNI dan Polri serta unsur FKPD Provinsi Kepri menyambut kedatangan kedua pucuk pimpinan TNI dan Polri di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/3).

Menurut keterangan yang dirilis Kadispen Lantamal IV, Panglima TNI dan Kapolri juga memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan Polri di lokasi yang akan direnovasi menjadi rumah sakit tersebut.

Dalam pengarahannya, Panglima TNI menyatakan Pulau Galang identik dengan misi kemanusiaan yang mulia. Pulau ini pernah dijadikan tempat pengungsian manusia perahu Vietnam di tahun 70an.
Dan saat ini, TNI, Polri, dan seluruh komponen masyarakat sedang menyiapkan operasi kemanusiaan membangun rumah sakit khusus untuk menangani korban virus covid-19.

“Lokasi ini sangatlah ideal, yaitu di tengah hutan,kemudian jarak dengan penduduk kurang lebih 3 Km, untuk bisa datang ke lokasi ini, bisa melalui jalan darat dan laut. Batam juga memiliki bandara internasional yang dapat didaratkan pesawat berbadan kecil maupun lebar,” jelasnya.

Panglima TNI memerintah seluruh prajurit TNI dan Polri untuk segera melaksanakan kegiatan pegamanan baik di jalan raya maupun di lokasi pemugaran rumah sakit tersebut, sehingga fasilitas yang diperlukan bisa segera tersedia.

“Lalu juga segera dioperasionalkan untuk menampung saudara-saudara kita yang melaksanakan observasi dan isolasi di wilayah ini, sehingga diharapkan keluar dari Pulau Galang sudah terbebas dari covid-19”, tegasnya.

Di depan awak media saat memberikan keterangan persnya di lokasi tersebut, Panglima TNI menegaskan, rumah sakit khusus tersebut memiliki dua fasilitas yaitu fasilitas untuk observasi dan fasiitas isolasI.
“Kita sudah mengajukan untuk disiapkan kapasitas 1.000 tempat tidur dan ditambah 50 ruang isolasi dengan bertekanan negatif serta dilengkapi dengan filter, dari 50 ruangan itu, 30 digunakan untuk non ICU, sedangkan 20 untuk ICU ”, jelasnya.

“Mudah-mudahan rencana ini bisa terealisasikan dan bisa kita gunakan kepada saudara-saudara kita yang harus melaksanakan observasi dan isolasi,” pungkasnya.

Selesai peninjauan di Pulau Galang, Panglima TNI dan Kapolri melanjutkan penerbangannya dari Bandara Hang Nadim menuju Pekan Baru dengan menggunakan pesawat khusus Boing 737 milik TNI Angkatan Udara.

Hadir pada acara tersebut Plt Gubernur Provinsi Kepri Isdianto, Pangkobwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Kabareskim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Dir D Bais TNI Laksma TNI Wahyu, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, unsur FKPD Provinsi Kepri serta unsur pimpinan TNI /Polri Kepri. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here