Pasien Positif Corona di Batam Bertambah 1 Orang, Ini Riwayat Perjalanannya

Batamxinwen, Batam – Jumlah pasien positif di Batam bertambah 1 orang per Minggu (5/4), sehingga secara kumulatif mencapai 5 orang, dengan 3 di antaranya meninggal dunia.

Pasien positif corona yang baru di Batam adalah pasien dalam pengawasan (PDP) dan sempat menjalani karantina mandiri di rumah sejak 31 Maret 2020.

Ini dilakukan karena kondisi pria 49 tahun itu menunjukkan kondisi yang membaik setelah dirawat secara intensif selama 4 hari di RSBP Batam, dia diperboleh pulang sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel swab PCR dari Jakarta.

“Sesuai dengan hasil yang diterima, hasil swab yang bersangkutan terkonfirmasi positif,” kata Wali kota Batam, Muhammad Rudi dalam keteranganya, Minggu (5/4).

Saat ini, pasien kelima di Kota Batam ini tetap melaksanakan karantina mandiri di rumahnya, dengan didampingi istrinya.

Menurut Rudi, pasien baru ini memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta melalui Hang Nadim Batam.
Selama berada di Jakarta, ia banyak menghabiskan waktu di tempat usahanya yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian pasien tersebut kembali sendirian ke Batam melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 18 Maret 2020.
Setibanya di Batam sekira pukul 12.00, yang bersangkutan menggunakan taksi menuju rumahnya.

Ia sempat menginap di satu hotel mengingat rumahnya dalam proses renovasi. Pada hari itu juga, ia merasa badannya demam & meriang. Pasien tersebut sempat mengonsumsi obat yang banyak ditemui di warung dan langsung tidur di hotel tempat ia menginap.

Keesokan harinya, pasien tersebut menjemput istrinya di Bandara Hang Nadim Batam.

Mengingat badannya masih terasa meriang dari bandara, pasien pergi IGD RS swasta yang terletak di kawasan Batam Centre. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata suhu badannya 37,6 celcius.
Ia disarankan untuk berobat langsung ke poli umum. Mengingat antreannya lama, akhirnya yang bersangkutan menuju ke RSUD Embung Fatimah Batam.

Setelah diperiksa oleh dokter diberikan resep obat Imunos dan Sanmol yang ditebus di apotek, ia kembali ke hotel untuk beristirahat.
“Selama menginap di hotel tersebut yang bersangkutan jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan istrinya sendiri,” terang Rudi.

Pada 21 Maret 2020, ia keluar dari hotel tersebut untuk tinggal di salah satu rumahnya yang lain.

Rudi menjelasakan, selama perjalanannya berangkat dari Batam ke Jakarta dan kembali lagi ke Batam maupun aktifitas di Batam, pasien itu selalu menggunakan masker.

“Karena kondisinya belum membaik akhirnya pada 24 Maret 2020, yang bersangkutan kontrol ke salah satu klinik FKTP, tempat biasa dia berobat, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit swasta, yang bersangkutan pernah berobat, dan ditempatkan di ruang isolasi IGD,” sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan diagnostik rontgen dan laboratorium tidak ditemukan adanya tanda-tanda kelainan, sehingga diperbolehkan pulang dengan diberi obat oral oleh dokter pemeriksa.

Namun, pada 27 Maret 2020 sekira pukul 14.45 WIB, pasien ini kembali mengalami demam yang berkelanjutan, disertai pernapasan yang tersengal dan mudah capek.

Istri yang bersangkutan membawanya ke IGD Rumah Sakit BP Batam yang kemudian ditetapkan oleh dokter pemeriksa sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang selanjutnya dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Keesokan harinya, Sabtu, 28 Maret 2020 kemudian dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasil “Non Reaktif” disertai pengambilan sample swab PCR oleh Tim Analis BTKL PP Batam yang hasilnya belum diperoleh pada saat itu, mengingat pemeriksaannya dilakukan Bapelitbangkes RI di Jakarta.

Pada Sabtu 5 April 2020, pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here